DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Budaya Sekolah, Konsep Diri, Keinovatifan,dan Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri se Kabupaten Pasuruan

KRISTANTI AJI

Abstrak


ABSTRAK

 

Kristantiaji. 2016. Hubungan Budaya Sekolah, Konsep Diri, Keinovatifan,dan Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri se Kabupaten Pasuruan. Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd, (II) Prof. Dr. Nurul Ulfatin M.Pd, (III) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd.

 

Kata kunci: budaya sekolah, konsep diri, keinovatifan, gaya kepemimpinan, kinerja kepala sekolah, Sekolah Dasar Negeri.

Peningkatan kualitas pendidikansekolah dasar di Kabupaten Pasuruan dan di Indonesia pada umumnya dipengaruhi oleh banyak faktoryang meliputi input mentah atau siswa, lingkungan intruksional, proses pendidikan dan keluaranpendidikan. Dalamproses pendidikan di dalamnya terdapatkepemimpinan kepala sekolah sebagai educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator dan motivatoryang perlu dioptimalkan fungsi dan kinerjanyaagar kualitas pendidikan dapat ditingkatkan. Penelitian ini mengkaji kinerja kepalaSDN se Kabupaten Pasuruan dan variabel yang diduga dapat mempengaruhi, yaitu: budaya sekolah, konsep diri, keinovatifan, dan gaya kepemimpinan, serta diteliti pula hubungan struktural antaravariabel tersebut, baik hubungan langsung maupun tidak langsung.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya sekolah, konsep diri, keinovatifan, dan gaya kepemimpinan serta kinerja kepala SDN se Kabupaten Pasuruan. Tujuan selanjutnya adalah mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan baik secara langsung dan tidak langsung antara variabel kinerja kepala sekolah, budaya sekolah, konsep diri, keinovatifan, dangaya kepemimpinan dari kepala SDN se Kabupaten Pasuruan.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan survey dan instrumen yang digunakan adalah angket. Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala SDN se Kabupaten Pasuruan sejumlah 663 orang. Berdasarkan jumlah populasi tersebut diambil sampel 150 orang kepala sekolah dengan menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket dengan skala Likert untuk lima variabel, yaitu: (1) budaya sekolah, (2) konsep diri, (3) keinovatifan, (4) gaya kepemimpinan dan (5) kinerja kepala sekolah. Uji validitas dan reliabilitas instrumen angket, analisis deskripsi data identitas responden dan variabel menggunakansoftware SPSS versi 21.0, hasil analisis deskriptif ditunjukkan bahwa tanggapan responden terhadap budaya sekolah, konsep diri, keinovatifan, gaya kepemimpinan, dan kinerja adalah baik dengan rata-rata variabel berada dalam tingkat yang positif (3.41 – 4.20). Sedangkan pengolahan data dan uji hipotesis penelitian dengan analisis SEM menggunakan software AMOS versi 21.0.

Hasil hipotesis penelitian menggunakan SEM menunjukkan terdapat hubungan langsung yang signifikan variabel budaya sekolah dengan konsep diri; budaya sekolah dengan keinovatifan; budaya sekolah dengan gaya kepemimpinan; budaya sekolah dengan kinerja kepala sekolah;konsep diri dengan keinovatifan; konsep diri dengan gaya kepemimpinan; konsep diri dengan kinerja kepala sekolah; keinovatifan dengan gaya kepemimpinan; keinovatifan dengan kinerjakepala sekolah; dangaya kepemimpinan dengan kinerjakepala sekolah dengan c.r >1.96 dan p < 0.05 untuk semua hubungan. Terdapat hubungan tidak langsung yang signifikanbudaya sekolah dengan kinerja kepala sekolah melalui konsep diri, keinovatifan, dan gaya kepemimpinan; hubungan tidak langsung antara konsep diri dengan kinerja kepala sekolah melalui keinovatifan dan gaya kepemimpinan, dan hubungan tidak langsung keinovatifan dengan kinerja kepala sekolah melalui gaya kepemimpinan.

Hasil penelitian ini mempunyai implikasi teoritis dalam memberikan kejelasan untuk memperkuat teori-teori yang telah dipergunakan sebagai dasar pengajuan model penelitian ini. Sebagian besar hubungan variabel yang diteliti mendukung teori yang telah dikembangkan dari penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi praktis terhadap upaya peningkatan kinerja kepala sekolah, kaitanya dengan budaya sekolah, konsep diri, keinovatifan, dan gaya kepemimpinan di SDN se Kabupaten Pasuruan.

Dari hasil penelitian ini, diberikan saran-saran kepada beberapa pihak, yaitu: (1) untuk kepala SDN se Kabupaten Pasuruan, dapat melaksanakan program sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator, (2) untuk para guru, agar selalu berupaya secara sungguh-sungguh meningkatkan kinerjanya seperti yang disarankan dan dimotivasikan oleh kepala sekolah, (3) untuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, hendaknya dapat memediasi lahirnya kebijakan dan keinovatifan dalam peningkatan kinerja kepala SDN, (4) untuk peneliti lain yang tertarik untuk mengadakan pengkajian bidang ini, agar melakukan penelitian yang lebih mendalam dengan mempertajam permasalahanyadengan menambah variabel-variabel terkait lainya secara lebih detail, dan (5) untuk pengembangan ilmu pengetahuan agar digunakan sebagai sarana dalam pengembangan teori-teori yang disajikan dari beberapa referensi dan temuan penelitian ini tentang keterkaitan yang kuat antara budaya sekolah, konsep diri, keinovatifan, dan gaya kepemimpinan dengan kinerja kepala sekolah.