DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Pemula

RIZKI PUTRI RAMADHANI

Abstrak


ABSTRAK

 

Ramadhani, Rizki Putri. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Tingkat Pemula. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widodo Hs, M.Pd, (II) Dr. Titik Harsiati, M.Pd.

 

Kata Kunci: BIPA, keterampilan berbicara, bahan ajar, tingkat pemula

Penelitian dan pengembangan ini ditujukan untuk menghasilkan bahan ajar keterampilan berbicara BIPA khusus untuk pembelajar tingkat pemula sesuai dengan pembelajaran berpendekatan komunikatif dan mengintegrasikan seluruh keterampilan berbahasa. Pengembangan ini dilakukan melalui tahapan pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi tujuh tahap, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji produk kepada ahli pembelajaran BIPA, kajian Indonesia, dan kegrafikaan, (5) revisi draf produk, (6) uji coba produk kepada pengajar dan pembelajar BIPA tingkat pemula, dan (7) revisi akhir. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif didapat dari penilaian para validator dan subjek coba. Adapun data kualitatif diperoleh dari masukan para validator dan subjek coba terhadap komponen-komponen yang dinilai.

 Hasil penelitian dan pengembangan ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan tergolong kategori sangat layak untuk diimplementasikan. Hal ini dapat diketahui dari perolehan persentase penilaian yang berada di atas 75%. Hasil validasi ahli pembelajaran BIPA menunjukkan bahwa produk terkategori sangat layak yaitu dengan persentase sebesar 94%. Lebih lanjut, hasil validasi ahli kajian Indonesia mengategorikan produk sangat layak untuk diterapkan yakni dengan persentase sebesar 93%. Di samping itu, hasil validasi ahli kegrafikaan tergolong kategori sangat layak dengan 89%. Selaras dengan hasil itu, persentase hasil penilaian kedua praktisi juga menunjukkan bahwa produk ini layak terap, yaitu dengan persentase 93% dan 98%. Adapun perolehan persentase dari sepuluh pembelajar mencapai lebih dan sama dengan 75%.

Selain hasil analisis data kuantitatif, beberapa masukan berlaku sebagai data kualitatif untuk dianalisis dan dijadikan dasar perbaikan produk. Komponen isi bahan ajar mendapatkan tiga saran, yakni (1) penambahan bagian pengenalan pengucapan bahasa Indonesia, (2) penyesuaian self assessment dalam bahan ajar dengan pedoman Common European Framework of Reference for Languages (CEFR), dan (3) penambahan latihan percakapan. Sementara itu, komponen bahasa dalam bahan ajar juga mendapatkan tiga masukan, yaitu (1) penggunaan bahasa asing pada bagian penjelasan tata bahasa, (2) perlu diperhitungkannya jumlah kosakata yang digunakan dalam setiap unit, dan (3) menyederhanakan kalimat perintah yang digunakan. Di samping kedua komponen itu, kegrafikaan bahan ajar mendapatkan tiga saran, yaitu (1) proporsi tampilan isi dan sampul perlu diseimbangkan, (2) pelengkapan informasi sumber gambar dan foto, dan (3) penggantian ilustrasi dan penggunaan foto.

Pengajar dan pembelajar BIPA tingkat pemula sebagai calon pengguna produk sebaiknya untuk mengikuti saran sebagai berikut. Bagi pengajar BIPA yang akan menggunakan bahan ajar ini disarankan untuk menggunakan panduan pengajar secara rinci pada setiap bagiannnya. Di samping itu, pengajar juga sebaiknya dapat melafalkan kata bahasa Indonesia dengan tepat. Bagi pembelajar BIPA tingkat pemula, disarankan untuk menggunakan bahan ajar ini dengan didampingi oleh pengajar.

Saran kepada para peneliti dan pengembang selanjutnya ialah melakukan diseminasi dan pengembangan suplemen. Proses diseminasi ini disarankan untuk dilakukan kepada pengajar dan pembelajar BIPA tingkat pemula. Dalam pelaksanaannya, diseminasi dilakukan dengan pemberian penjelasan dan praktik langsung penggunaannya. Salah satu suplemen yang disarankan untuk dikembangkan adalah contoh percakapan dan latihan pelafalan berbentuk rekaman audio ataupun audio visual yang dikemas dalam cakram padat. Penambahan keduanya dapat membuat bahan ajar ini bisa digunakan secara mandiri oleh pembelajar BIPA tingkat pemula.