DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mencapai SMK Bertaraf Internasional (Studi Multikasus di SMKN 1 Palu dan SMKN 3 Palu)

Mahfud Mahmud Gamar

Abstrak


ABSTRAK

 

M.Gamar Mahfud, 2009. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mencapai SMK Bertaraf Internasional (Studi Multikasus di SMKN 1 Palu dan SMKN 3 Palu).  Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. A.Sonhadji K.H, M.A.,Ph.D., (II) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd

Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, SMK, sekolah bertaraf internasional

           

Keberhasilan sekolah menengah kejuruan dalam mencapai sekolah bertaraf internasional tidak lepas dari peran kepala sekolah sebagai pemimpin. Keberhasilan SMKN 1 Palu dan SMKN 3 Palu dalam usaha mencapai SMK Bertaraf Internasional merupakan faktor kepemimpinan kepala sekolah. Untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional, penelitian ini difokuskan pada: (1) kepemimpinan kepala sekolah dalam mengubah pola pikir warga sekolah mencapai SMK Bertaraf Internasional, yang terdiri dari melakukan sosialisasi, membangun komitmen seluruh warga sekolah, menumbuhkan kesadaran warga sekolah, memberi contoh teladan, memberi motivasi terhadap warga sekolah, dan (2) kepemimpinan kepala sekolah dalam mempercepat tercapainya SMK Bertaraf Internasional, yang mencakup membentuk tim SMKRSBI, merumuskan visi ke depan, pembenahan kurikulum dan model pembelajaran, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pembenahan manajemen, perbaikan sarana dan prasarana, menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), dan pendanaan sekolah.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan berbagai hal berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional. Adapun tujuan penelitian ini adalah:  (1) untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah SMK Negeri 1 Palu dan SMK Negeri 3 Palu mengubah pola pikir warga sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional,(2) untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala sekolah dalam mempercepat tercapainya SMK Bertaraf Internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan multi kasus, karena dua kasus penelitian dengan latar yang berbeda. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan tiga cara, yakni: (1) wawancara mendalam, (2) observasi berperan serta pasif, (3) studi dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, dengan alur: (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan, (d) analisis data kasus individu, (e) analisis data lintas kasus. Agar memperoleh keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria, yaitu; (1) kredibilitas, (2) transferbilitas, (3) dependenitas, dan (4) komfirmabilitas

i

 

  Dari hasil paparan data penelitian ini ditemukan: Kasus SMKN 1 Palu dan SMKN 3 Palu merupakan Sekolah Bertaraf Internasional fase rintisan yang memiliki: (1) kepemimpinan kepala sekolah merubah pola pikir warga sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional dengan melakukan; (a) sosialisasi, sosialisasi dilakukan terhadap interen dan eksteren sekolah, (b) membangun komitmen bersama, kepala sekolah membangun komitmen bersama guru-guru dan tenaga administrasi, komitmen dengan pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan Nasional, komitmen dengan komite dan orang tua murid serta komitmen dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, (c)  menumbuhkan kesadaran, untuk mengubah polah pikir warga sekolah sehingga mau melakukan perubahan,  kepala sekolah berusaha menumbuhkan kesadaran guru-guru, pegawai dan siswa bahwa sekolahnya adalah SMKRSBI yang tentunya tidak sama dengan sekolah-sekolah lainnya, (d) memberi contoh teladan dengan mencontohkan keteladanan kepada warga sekolah berupa kedisiplinan, tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas, dan pengabdian terhadap sekolah, (e) memberikan motivasi terhadap warga sekolah, kepala sekolah  melakukannya dalam bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru-guru, tenaga administrasi bahkan satpam yang berprestasi, mendorong agar warga sekolah untuk mengembangkan diri melalui kegiatan seminar, training, pelatihan, diklat, dan meningkatkan kualifikasi pendidikan, dan (2) kepemimpinan kepala sekolah mempercepat tercapainya SMK Bertaraf Internasional dengan melakukan; (a) membentuk tim SMK RSBI, (b) merumuskan visi ke depan, (c) pembenahan kurikulum dan model pembelajaran, (d) meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), (e) pembenahan manajemen, (f) perbaikan sarana dan prasarana, (g) menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), (h) pendanaan sekolah.

Kesimpulan penelitian ini adalah; (1) upaya kepala sekolah merubah pola pikir warga sekolah dalam mencapai SMK Bertaraf Internasional dilakukan dengan cara : (a) melakukan sosialisasi, (b) membangun komitmen  warga sekolah, (c) menumbuhkan kesadaran dalam diri warga sekolah, (d) memberi contoh teladan, dan (e) memberi motivasi; (2) kepemimpinan kepala sekolah dalam mempercepat tercapainya SMK Bertaraf Internasional dilakukan dengan cara: (a) membentuk tim kerja SMK RSBI, (b) merumuskan visi kedepan, (c) pembenahan kurikulum dan model pembelajaran, (d) meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), (e) pembenahan manajemen, (f) perbaikan sarana dan prasarana, (g) menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI), dan (h) pendanaan sekolah.

ii

 

  Penelitian ini memberikan beberapa saran. Pertama, bagi sekolah yang diteliti disarankan: (a) kepala sekolah senantiasa berusaha semaksimal mungkin merubah pola pikir warga sekolah dan senantiasa membangun komitmen bersama dengan seluruh warga sekolah dalam mewujudkan visi dan misi sekolah, (b) memotivasi seluruh warga sekolah untuk mengembangkan potensi dirinya melalui kegiatan pelatihan-pelatihan, khursus-kursus dan melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, khususnya bagi guru dan tenaga kependidikan. Kedua,untuk kepala-kepala pada yayasan dan sekolah-sekolah lain, penelitian ini dapat dijadikan bahan keilmuan dalam rangka mengubah pola pikir warga sekolahnya untuk mencapai sekolah bertaraf internasional dan melakukan upaya-upaya untuk mempercepat tercapainya sekolah bertaraf internasional di sekolahnya. Ketiga, Dinas Pendidikan kota Palu sebagai bagian dari pemerintah, dapat memberikan: (a) kemudahan bagi pihak sekolah untuk melakukan hubungan kerja sama dengan semua pihak termasuk Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) dalam rangka memajukan sekolah, (b) bantuan dana untuk pembiayaan sarana dan prasarana untuk penyelenggaraan sekolah serta peningkatan Sumber Daya Manusia sehingga upaya sekolah mencapai sekolah bertaraf internasional tercapai. Keempat, bagi peneliti selanjutnya dapat menjadikan penelitian ini sebagi bahan keilmuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya mencapai  SMK Bertaraf Internasional dan disarankan untuk melanjutkan penelitian ini pada beberapa aspek yang belum dikemukakan dalam tulisan ini.

ABSTRACT

 

 

M. Gamar Mahfud, 2009. The Principal Leadership in Reaching the International Vocational Senior High School (A Multi Case Study in SMKN 1 Palu and SMKN 3 Palu). Thesis, Management of Education Department of Post Graduate Program of State University of Malang. Advisors: (I) Prof. H. A. Sonhadji K.H., M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd.

 

Key Words: the principal leadership, Vocational Senior High School, international school

 

            The success of a vocational senior high school in reaching the international school cannot be separated from the principal’s roles as the leader of the school. The success of SMKN 1 Palu and SMKN 3 Palu in reaching the international vocational school was a factor of the principals’ leadership. To find out about the principal’s leadership in reaching the international vocational school, the study focused on: (1) the principal’s leadership in canging the view points of the people at school in order to reach the international vocational school, they are by socializing, building a commitment among all the people at school, growing up the awareness  of all people at school, becoming an example of good character, motivating the people at school, and (2) the principal’s leadership to speed up the efforts to reach the international vocational school, includes forming the team of SMKRSBI, forming the school vision of the future, making better curriculum and instructional model, improving the human resources, conducting better management, improving the facilities, making links with business world and industrial world, and school funding.

            This study aimed at finding out several things related to the principal’s leadership in reaching International Vocational School. The objectives of this study are: (1) to describe the principals’ leaderships at SMKN 1 palu and SMKN 3 palu in changing the view points of the people at the schools in reaching international vocational school, (2) to describe principals’ leaderships to speed up the efforts to reach the international vocational school. This is a qualitative research with multi problems design which uses two different background problems. There are three ways in collecting the data: (1) deep interview, (2) passive and meaningful observation, (3) documentation study. This research uses snowball sampling technique in choosing the informant. The collected data was analyzed descriptively by this kind of plotting: (a) data reduction, (b) report of the data, (c) draw conclusion, (d) individual problem analysis, (e) cross problems data analysis. There are four criteria to control the validity: (1) credibility, (2) transferability, (3) dependability, and (4) conformability.

iii

 

              From the presentation of the results, it was found that:  SMKN 1 palu and SMKN 3 Palu were planned international school which have: (1) principals’ leaderships in changing the view points of the people at school in order to reach the international vocational school by doing; (a) socializing, which was done to school internal and external, (b) building a commitment together, the principal built a commitment among the teachers and the schools administration, commitment with the government, especially with the Educational Department of palu, commitment with the school committee and parents, and commitment with business world and industrial world, (c)  and growing up the awareness  of all people at school, in order to change the view points of the people at school, the principals tried to make the teachers, the school clerks, and the students realize that  the schools are SMKRSBI, which are different with other schools, (d) becoming an example of good character in terms of disciplinary, responsibility toward the duty, and good care of the school, (e) motivating the people at school, the principals did this by giving rewards to the teachers, schools clerks, and even the security guards who have good achievement, motivating the people at the schools to improve their potency by following seminars, trainings, short term training, or by studying at universities to improve their educational qualification, and (2) the principals’ leaderships to speed up the efforts to reach the international vocational school by doing: (a) forming the team of SMKRSBI, (b) forming the school vision of the future, (c) making better curriculum and instructional model, (d) improving the human resources, (e) conducting better management, (f) improving the facilities, (g) making links with business world and industrial world, and (h) school funding.

            The conclusion of the study are; (1) the principals’ efforts in changing the view points of the people at the schools to reach the international vocational school are: (a) socializing, (b) building a commitment among the people at the schools, (c)  and growing up the awareness  of all people at school, (d) becoming an example of a good character, and (e) motivating the people at school; and (2) the principals’ leaderships to speed up the efforts to reach the international vocational school by doing: (a) forming the team of SMKRSBI, (b) forming the school vision of the future, (c) making better curriculum and instructional model, (d) improving the human resources, (e) conducting better management, (f) improving the facilities, (g) making links with business world and industrial world, and (h) school funding.

            This study gives several suggestions. Firstly, to the observed schools, it is suggested that (a) the principals keep doing their best efforts in changing the view points of the people at their schools and building a commitment among the people at the schools to reach the schools’ visions and the missions, (b) motivating the teachers and school clerks to improve their potency by following trainings, courses, or by continuing their study to universities. Secondly, to the principals and headmasters of foundations and other schools

iv

 

  The results of this study can be taken as a scientific source in order to change the view points of the people at the schools as well as to do some efforts in order to be able to reach the international school a their school. Thirdly, the Educational Department of Palu, as part of the government should: (a)  allow the schools to cooperate with all participants, including the business world and the industrial world, in order to improve the school, (b) give funds to improve the schools facilities in order to better the instructional activities as well as to improve the quality of the human resources, in such a way the efforts to reach the international schools will be success. Fourthly, the next researchers may take this study as a scientific source to know the principal’s leadership in reaching the international vocational senior high school. it is also suggested to continue this study by observing other aspects which did not presented in this study.


Teks Penuh: DOC PDF