DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DIPADU QUIZ-QUIZ TRADE DI KELAS V SDN PESAWAHAN 03 CILACAP

Agus Wakhidin

Abstrak


ABSTRAK

 

Wakhidin, Agus. 2016. Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPS melalui Pembelajaran Make A Match Dipadu Quiz-quiz Trade di Kelas V SDN Pesawahan 03 Cilacap. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (2) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW., M.A., M.Si.

 

Kata Kunci: Keaktifan Belajar, Hasil Belajar, Make A Match, Quiz-quiz Trade.

Hasil observasi pratindakan pembelajaran di kelas V SDN Pesawahan 03 Cilacap yaitu, (1) model pembelajaran yang diterapkan guru belum terlaksana dengan baik; (2) siswa kurang aktif karena guru masih dominan dalam kegiatan pembelajaran; (3) guru kurang memberikan kesempatan siswa berinteraksi dengan temannya; (4) pembelajaran masih berlangsung satu arah; (5) siswa belajar secara individu; (6) siswa yang pandai lebih dominan dan kurang memberikan kesempatan anggota kelompok lainnya untuk berpartisipasi dalam kelompok; dan (7) hasil belajar siswa rendah. Guru perlu menerapkan pembelajaran yang lebih bermakna dan mendorong keaktifan belajar siswa, sehingga siswa lebih mudah menyerap materi pelajaran dan meningkatkan hasil belajarnya.

Penelitian ini bertujuan, (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran make a match dipadu quiz-quiz trade; (2) menjelaskan penerapan pembelajaran make a match dipadu quiz-quiz trade untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa; dan (3) menjelaskan penerapan pembelajaran make a match dipadu quiz-quiz trade untuk meningkatkan hasil belajar kognitif IPS siswa.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan secara kolaborasi antara peneliti dan guru kelas V. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Pesawahan 03 Cilacap tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 22 siswa, terdiri dari 11 laki-laki dan 11 perempuan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen lembar observasi, soal tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan.

Hasil penelitian menunjukkan, (1) penerapan pembelajaran make a match dipadu quiz-quiz trade terlaksana dengan sangat baik. Keterlaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada siklus I dan siklus II mencapai kriteria sangat baik, sedangkan keterlaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa pada siklus I mencapai kriteria baik dan pada siklus II mencapai kriteria sangat baik; (2) penerapan pembelajaran make a match dipadu quiz-quiz trade dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Persentase keaktifan belajar siswa siklus I adalah 73,23% termasuk dalam kriteria baik, dan siklus II meningkat menjadi 87,31% termasuk dalam kriteria sangat baik; (3) penerapan pembelajaran make a match dipadu quiz-quiz trade dapat meningkatkan hasil belajar kognitif IPS siswa. Nilai rata-rata hasil belajar kognitif IPS siswa yaitu 56,1 pada pratindakan, 75,6 pada siklus I dan 86,8 pada siklus II. Persentase ketuntasan klasikal yaitu 13,64% pada pratindakan, menjadi 59,09% pada siklus I dan 90,91% pada siklus II.

Peneliti memberikan saran yaitu, (1) guru SD dapat menerapkan pembelajaran make a match dipadu quiz-quiz trade sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, keaktifan belajar, dan hasil belajar siswa, namun harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa; (2) guru harus menjelaskan sintaks pembelajaran make a match dipadu quiz-quiz trade secara secara terpadu dan melibatkan siswa dalam mempraktikkannya; (3) guru harus mempersiapkan segala perangkat pembelajaran yang dibutuhkan dengan baik sebelum pelaksanaan pembelajaran make a match dipadu quiz-quiz trade, sehingga saat kegiatan mencari pasangan, diskusi dan presentasi suasana kelas tetap aman, terkendali dan kondusif sesuai yang diharapkan; (4) siswa kelas V SD hendaknya tidak membedakan dalam berteman baik laki-laki maupun perempuan; dan (5) guru harus memberikan kesempatan dan memotivasi semua siswa agar berani dalam menyimpulkan materi.