DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS X IPA.2 SMAN 1 WOJA DOMPU

FIRDAUS

Abstrak


ABSTRAK

 

Firdaus. 2016. Pembelajaran dengan Pendekatan Open Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas X IPA.2 SMAN 1 Woja Dompu. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd, M.A, dan (II) Dr. Abd Qohar, M.T.

 

Kata Kunci: Berpikir Kreatif, Sistem Persamaan Linear, Open Ended.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran dengan pendekatan open ended yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif matematis siswa kelas X IPA.2 SMA Negeri 1 Woja Dompu pada materi sistem persamaan linear dua variabel.

Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data yang dikumpulkan meliputi data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui penilaian kuis dan tes akhir tindakan. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan catatan lapangan. Triangulasi sumber data, ketekunan pengamatan dan pengecekan teman sejawat diterapkan untuk mengecek keabsahan data. Selanjutnya subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA.2 SMA Negeri 1 Woja Dompu.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan open ended yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa adalah sebagai berikut: (a) hasil tindakan guru berdasarkan tahap-tahap pembelajaran open ended, yaitu tahap (1) orientasi; menginformasikan materi pembelajaran, memulai pembelajaran dengan tanya-jawab berkaitan dengan konten materi yang akan dipelajari, menyampaikan tujuan pembelajaran melalui power point, menjelaskan pentingnya materi yang dipelajari. (2) pembekalan materi; guru membagikan LKS, berdiskusi dengan teman sebangku, membantu siswa yang mengalami kesulitan. (3) penyajian dan pengerjaan soal open ended; menghimbau kepada siswa untuk menyelesaikan masalah open ended secara individu dan kelompok. (4) presentasi; menunjuk beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya, menyiapkan minimal satu pertanyaan untuk kelompok yang presentasi (5) kesimpulan; mengarahkan siswa untuk menuliskan kesimpulan (b) hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran, baik aktivitas guru maupun aktivitas siswa berada pada kriteria baik. (c) persentase hasil kuis tiap akhir pembelajaran, yaitu fluency, flexibility, novelty berada pada kriteria minimal cukup kreatif. (d) data hasil penilaian berpikir kreatif matematis siswa yang diperoleh dari hasil tes akhir siklus dari aspek; fluency, flexibility, dan novelty, secara keseluruhan siswa telah mencapai kriteria minimal cukup kreatif, yaitu 25 orang siswa  dengan persentase keberhasilan (PK) ≥65 adalah 80,65 %. Berdasarkan indikator keberhasilan yang telah ditentukan, bahwa pelaksanaan pembelajaran pada akhir siklus sudah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Hal ini juga didukung oleh respon positif siswa dalam pembelajaran mencapai 90,32%.

Dengan demikian, pembelajaran dengan pendekatan open ended dalam menigkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dapat dijadikan sebagai alternatif guru dalam pembelajaran di kelas.