DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Manajemen Pelatihan PTK Berbasis I1OI2 TS Menggunakan IAC Worksheet Bagi Peneliti Pemula di Kabupaten Sidoarjo.

HARTOYO

Abstrak


ABSTRAK

 

Hartoyo, 2014. Pengembangan Model Manajemen Pelatihan PTK Berbasis I1OI2 TS Menggunakan IAC Worksheet Bagi Peneliti Pemula di Kabupaten Sidoarjo. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Hendyat Soetopo,M.Pd., (II) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., (III) Prof. Dr. Ali Imron, M.Pd., M.Si.

 

Kata kunci: pengembangan model manajemen pelatihan, PTK, I1OI2 TS, IAC Worksheet, peneliti pemula.

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Permenegpan R dan B) Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, yang menuntut seorang guru menjadi pendidik profesional. Persyaratan profesional dalam hal ini adalah mampu menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif, mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif yang diaplikasikan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan Pengembangan Model Manajemen Pelatihan PTK Berbasis I1OI2 TS (I1= In Service Training 1, O=On the Job Training, I2=In Service Training 2) menggunakan IAC (Imitation of Actual Condition) Worksheet Bagi Peneliti Pemula di Kabupaten Sidoarjo.

Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam riset ini adalah lima langkah pengembangan dari Tim Pusat Penelitian dan Kebijakan dan Inovasi (Puslitjaknov) Pendidikan. Lima langkah prosedural tersebut adalah: analisis produk yang akan dikembangkan; mengembangkan produk awal; validasi ahli; dan revisi; ujicoba lapangan skala kecil; dan ujicoba lapangan skala besar.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis produk yang dikembangkan, berupa data pelaksanaan pelatihan PTK terdahulu yaitu berasal dari survey data di Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, dan tiga guru yang pernah mengikuti pelatihan tersebut, dihasilkan produk awal berupa kerangka Pedoman Manajemen Pelatihan PTK Berbasis I1OI2 TS, dan bahan ajar pelatihan IAC Worksheet. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, dilakukan validasi produk oleh ahli manajemen pelatihan, dan ahli isi bahan ajar pelatihan PTK dalam dua putaran. Putaran pertama menilai kelengkapan produk, putaran ke dua menilai kualitas produk Pedoman Manajemen Pelatihan PTK Berbasis I1OI2 TS berfokus pada tujuh aspek yaitu: kemanfaatan, sistematika, kesesuaian, kejelasan, kebahasaan, kelayakan, dan kemutakhiran, selanjutnya produk direvisi. Untuk bahan ajar pelatihan IAC Worksheet, dinilai berdasarkan sepuluh aspek yakni: kesesuaian, sistematika, kemanfaatan, ketepatan, kemenarikan, kejelasan, kemudahan, kelayakan, kebahasaan, dan kemutakhiran, selanjutnya produk direvisi. Revisi produk diujicobakan kepada dua orang dari Dinas Pendidikan sebagai pengguna Pedoman Manajemen Pelatihan PTK tersebut, dan lima guru sebagai pengguna bahan ajar pelatihan PTK. Hasil ujicoba skala kecil tersebut selanjutnya direvisi berdasarkan masukan peserta, dan rekomendasi para ahli dengan mempertimbangkan aspek kesesuaian, kejelasan, kemudahan, keterbacaan, dan aspek kemenarikan. Hasil revisi ke empat ini selanjutnya diujicobakan dalam skala besar yang melibatkan sepuluh orang dari Dinas Pendidikan dan tiga puluh guru. Revisi terakhir berdasarkan masukan dari peserta dan saran para ahli dengan mempertimbangkan lima aspek kesesuaian, kejelasan, kemudahan, keterbacaan, dan aspek kemenarikan. Berdasarkan paparan di atas maka produk pengembangan ini direkomendasi dapat diimplementasikan. Seluruh data di atas dikumpulkan melalui angket dan pengamatan.

Seluruh data dianalisis secara kualitatif untuk memberikan penjelasan-penjelasan yang dibutuhkan, dan secara kuantitatif menggunakan teknik Delphi dengan skala likert menggunakan gradasi 1-5, sehingga menghasilan konversi kualitas produk. Sedangkan untuk melihat keefektifan pelatihan digunakan analisis before after, atau T-Test. Disamping itu, dilakukan evaluasi tentang keefektifan dan relevansi pelatihan menggunakan aplikasi Kirkpatrict.

Hasil Penelitian, menunjukkan bahwa produk awal perlu perbaikan pada bab III penyusunan pedoman manajemen pelatihan belum ada manajemen penyelenggaraan dan materi PTK, pada bagian awal Laporan PTK perlu dilengkapi abstrak berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Putaran ke dua disarankan pedoman ini dibuat lebih praktis, kajian teori dimasukkan di lampiran. IAC Worksheet kemenarikan sampul dan petunjuk umum perlu diperbaiki. Pada ujicoba skala kecil yang divalidasi adalah aspek kesesuaian, kejelasan, kemudahan, keterbacaan, dan aspek kemenarikan.

Semua aspek yang divalidasi memperoleh nilai mulai dari tinggi sampai dengan sangat tinggi walaupun demikian judul tabel pada pedoman manajemen pelatihan cukup dicantumkan satu kali di bagian atas tabel dan kemenarikan sampul perlu diperbaiki. Ketika ujicoba skala besar yang diukur adalah aspek yang sama dengan ujicoba skala kecil, maka hasil penilaian responden baik di pedoman manajemen pelatihan PTK maupun bahan ajar pelatihan PTK diperoleh predikat tinggi sampai dengan sangat tinggi, dan hasil pretes dan postes menunjukkan bahwa bahan ajar PTK efektif, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis yang signifikan, artinya tidak lebih dari 0,05. Analisis Kirkpatrik menyatakan bahwa pelatihan ini sangat relevan dan efektif, sehingga  produk pengembangan ini dapat diimplementasikan.