DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sebagai Suplemen dengan Model R2D2 Kelas X Semes-ter 2 di SMAN 4 Bangkalan

SRI YUNI HANIFAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Hanifah, Sri Yuni 2015.  Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sebagai Suplemen dengan  Model R2D2 Kelas X Semes-ter 2 di SMAN 4 Bangkalan. Disertasi,  Program Studi Teknologi Pembela-jaran, Pascasarjana, Universitas negeri Malang.  Pembimbing (I): Prof. Dr. H. Punadji Setyosari, M.Pd., M.Ed, (II)  Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A., (III) Dr. Sulthon, M.Pd.

 

Kata Kunci:  Pengembangan, Bahan Ajar, Model R2D2.

Pengembangan bahan ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan me-miliki peran penting bagi siswa. Bahan ajar tersebut dapat berfungsi sebagai me-dia belajar yang mampu mentransformasikan pengetahuan, keterampilan, dan ni-lai-nilai kehidupan, budaya, dan karakter (moral dan kepribadian) kepada siswa di SMAN 4 Bangkalan. Selain itu, bahan ajar dapat memberikan konstribusi besar dalam pencapaian hasil belajar. Tujuan dalam pengembangan adalah untuk meng-hasilkan produk bahan ajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewargane-garaan dengan model R2D2 yang efektif dan dapat digunakan guru dan siswa.

Model pengembangan diadaptasi dari model pengembangan R2D2 (A Recursive, Reflective, Design and Development) Willis. Model R2D2 menghasil-kan tiga langkah pengembangan, yaitu (1) tahap pendefinisian, (2) tahap desain dan pengembangan, dan (3) tahap diseminasi. Untuk mendapatkan produk pe-ngembangan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, maka dilakukan beberapa uji coba dan penilaian para ahli isi, ahli media, ahli desain pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan.

Berdasarkan hasil uji coba menunjukkan bahwa secara umum produk yang sudah dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan siswa. Hasil validasi terhadap produk bahan ajar ahli isi didapat 92,5%, ahli media 95%, ahli desain 93,33 yang artinya produk berada pada kualialifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi.

Hasil uji coba kelompok kecil didapat rerata presentase sebesar 83 yang artinya berada pada kualifikasi baik dan tidak perlu direvisi. Data dianalisis meng-gunakan SPSS dengan teknik analisis uji-t  kelompok kontrol dan kelompok eks-perimen, dengan responden yang subjeknya berbeda, menunjukkan rata-rata (mean) kelompok kontrol = 68,1125, SD = 2,262, SEM = 0,400, sedangkan rata-rata (mean) kelompok eksperimen = 86,707, SD = 2,061, SEM = 0,353. Nilai t hitung 34,938 pada df 64. Df pada uji t adalah N-2, yaitu pada kasus ini 66-2= 64 dan propabilitas 0,05, t tabel pada df 64 dan propabilitas 0,05 adalah 1,66901.

Hasil pengujian uji t menunjukkan bahwa t hitung ternyata lebih besar darit tabel, sehingga hasilnya terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok eks-perimen dengan kelompok kontrol.Jadi, kelompok eksperimen menunjukkan skor lebih tinggi, artinya bahan ajar suplemen yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar dapat digu-nakan dalam proses pembelajaran