DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tuturan Persuasif Wiraniaga dalam Berbahasa Indonesia:Kajian Etnografi Komunikasi

Thontjie Makmara

Abstrak


ABSTRAK

 

Thontjie Makmara, 2009. Tuturan Persuasif Wiraniaga dalam Berbahasa Indonesia: Kajian Etnografi Komunikasi. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Abdul Syukur Ibrahim, (2) Prof. Dr. H. Dawud, M.Pd, (3) Dr. Djoko Saryono, M.Pd.

 

Kata kunci:  tuturan persuasif, wujud, fungsi, strategi, interaksi jual-beli

 

Tuturan persuasif wiraniaga merupakan tindak perlokusi yang mempunyai wujud, fungsi dan strategi yang sangat beragam. Keragaman dimaksud  dipengaruhi oleh konteks penggunaannya dalam pranegosiasi, negosiasi dan transaksi, termasuk norma sosial dan norma budaya penuturnya. Oleh karena itu,  wujud, fungsi dan strategi tuturan persuasif dapat bervariasi pada tempat satu dengan tempat lain. Berdasarkan hal tersebut, kajian terhadap tuturan persuasif wiraniaga dalam berbahasa Indonesia dilakukan. 

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan  tuturan persuasif wiraniaga dalam berbahasa Indonesia yang meliputi  (1)  wujud tuturan  persuasif wiraniaga, yaitu  wujud tuturan persuasif wiraniaga berupa tindak perlokusi yang diekspresikan dengan tuturan bermodus (a) pernyataan, (b) pertanyaan, (c) perintah; (2) fungsi  tuturan persuasif wiraniaga yaitu fungsi  direktif tuturan persuasif wiraniaga yang diekspresikan dengan tuturan bermodus (a) pernyataan, (b)  pertanyaan, (c) perintah; (3)  strategi penyampaian tuturan persuasif wiraniaga  yaitu strategi penyampaian tuturan persuasif wiraniaga dengan modus (a) pernyataan, (b) pertanyaan, (c) perintah.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan ancangan etnografi komunikasi. Ada tiga komponen tutur yang digunakan untuk menyoroti wujud, fungsi dan strategi penyampaian tuturan persuasif wiraniaga, yaitu latar, partisipan dan tujuan tutur.  Terkait dengan kajian fungsional, teori persuasi digunakan untuk melihat kadar persuasif tuturan wiraniaga dalam  memengaruhi nalar dan emosi calon pembeli sebagai bagian dari budaya tutur wiraniaga. Data penelitian ini terdiri dari data rekaman, observasi dan wawancara. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik perekaman elektronik, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif. Prosedur analisis data dilakukan melalui tahap (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data dan (4) penyimpulan temuan penelitian.

Berdasarkan analisis data, diperoleh temuan penelitian yang mencirikan budaya tutur wiraniaga sebagai berikut. Tindak perlokusi digunakan untuk menyampaikan tuturan persuasif bermodus pernyataan berdiatesis aktif, pasif dan nondiatesis. Tindak perlokusi juga digunakan untuk menyampaikan pertanyaan ya-tidak, pertanyaan dengan kata tanya apa, berapa, mana dan bagaimana. Tindak perlokusi digunakan pula untuk menyampaikan perintah biasa, persilaan, ajakan dan larangan. Tuturan persuasif wiraniaga sebagai tindak perlokusi, ia memerankan fungsi direktif. Fungsi tuturan persuasif wiraniaga merupakan fungsi direktif tuturan bermodus pernyataan untuk menarik perhatian, memberi komentar, menyatakan kesetujuan dan menyatakan ketidaksetujuan. Fungsi tuturan persuasif wiraniaga juga merupakan fungsi direktif tuturan bermodus pertanyaan ya-tidak, pertanyaan dengan kata tanya apa, berapa, mana dan bagaimana. Fungsi tuturan persuasif wiraniaga juga merupakan fungsi direktif tuturan bermodus perintah biasa, persilaan, ajakan dan larangan. Strategi penyampaian tuturan persuasif bermodus pernyataan, menggunakan strategi tindak tutur langsung untuk menarik perhatian, memberi komentar, menyatakan kesetujuan dan menyatakan ketidaksetujuan. Strategi penyampaian tuturan persuasif bermodus pernyataan juga menggunakan strategi tindak tutur tidak langsung untuk menyatakan ketidaksetujuan. Strategi penyampaian tuturan persuasif bermodus pert

Teks Penuh: DOC PDF