DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Problem Posing Setting Kooperatif STAD Untuk Meningkatkan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sukadana Pada Materi Segitiga Dan Segi Empat

Asmidi Asmidi

Abstrak


ABSTRAK

 

Asmidi, 2016. Pembelajaran Problem Posing Setting Kooperatif STAD Untuk Meningkatkan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sukadana Pada Materi Segitiga Dan Segi Empat. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing; Dr. Subanji, M.Si. (2) Drs. Dwiyana, M.Pd., Ph.D

 

Kata Kunci: Problem Posing, Kooperatif STAD, Berpikir Kreatif

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran problem posing setting kooperatif STAD yang dapat meningkatkan berpikir kreatif  siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sukadana pada materi segitiga dan segi empat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data yang dikumpulkan antara lain berasal dari : 1) hasil observasi aktivitas siswa dan aktivitas guru selama pembelajaran berlangsung, 2) tes hasil belajar, 3) hasil wawancara, 4) catatan lapangan, 5) rekaman video.

Langkah-langkah pembelajaran problem posing setting kooperatif STAD pada materi segitiga dan segi empat yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu 1) menyampaikan informasi terkait tujuan pembelajaran, memberikan apersepsi, menyampaikan materi pelajaran dan memberikan contoh pengajuan masalah, 2) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar yang sifatnya heterogen berdasarkan kemampuan dan  jenis kelamin yang beranggotakan 4 sampai 5 orang, 3) mengajukan masalah dengan membuat soal berdasarkan informasi secara berkelompok, 4) bertukar dengan kelompok lain, 5) mengevaluasi dengan memberikan kuis yang dikerjakan siswa secara individu, 6) memberikan penghargaan berdasarkan kemajuan skor kelompok.

Dari penelitian ini diperoleh skor keterlaksanaan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 95,26 berada pada kategori “sangat baik” dan skor aktivitas guru sebesar 98,82 berada pada kategori “sangat baik”. Skor berpikir kreatif siswa pada siklus I sebesar 52 berada pada kategori “cukup baik”. Skor keterlaksanaan aktivitas siswa pada siklus II sebesar 98 berada pada kategori “sangat baik” dan skor aktivitas guru sebesar 100 berada pada kategori “sangat baik”. Skor berpikir kreatif siswa pada siklus II sebesar 61 berada pada kategori “baik”.

Saran yang dapat disampaikan agar pembelajaran problem posing setting kooperatif STAD dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa antara lain: 1) Menyajikan informasi yang menarik agar siswa termotivasi dan tertantang untuk mengajukan masalah dan menyelesaikannya. 2) Siswa dilibatkan secara langsung dalam memberikan cara mengajukan masalah dan menyelesaikannya. 3) Memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan agar pada tahap pengajuan masalah dan menyelesaikan masalah dapat berjalan dengan lebih baik. 4) Siswa yang kemampunya tinggi diberi kesempatan untuk membantu siswa yang kemampuannya rendah. 5) Alokasi waktu pada tahapan pembelajaran diatur secara cermat agar pembelajaran berjalan secara efektif.