DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perberdayaan Ekonomi dan Penumbuhan Kesadaran Menjaga Keseimbangan Lingkungan Sekitar Hutan ( Studi Multisitus Masyarakat Desa Dagangan dan Desa Bader) Da

Rindyah Hanafi

Abstrak


ABSTRAK

 

Hanafi, Rindyah, 2013.  Perberdayaan Ekonomi dan Penumbuhan Kesadaran Menjaga Keseimbangan Lingkungan Sekitar Hutan.Disertasi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Pascasarjana,  Unversitas Negeri Malang. Pembimbing : (I)Prof. Dr. Wahjoedi, ME., (II) Prof. Dr. Agus Suman, DEA., dan (III) Siti Malikhah Towaf, MA, PhD.

 

Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) merupakan program CRS(Corporate Social Responsibility) Perum Perhutani yang dilaksanakan pada kelompok masyarakat desa hutan LMDH(Lembaga Masyarakat Desa Hutan), untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Program PHBM tersebut sudah dilaksanakan dalam kurun waktu yang cukup lama, namun program tersebut belum menunjukkan hasil  yang maksimal. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan pemberdayaan ekonomi  dan kesadaran  masyarakat di sekitar hutan pada masalah lingkungan hidup.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan menggunakan dua situs yakni LMDH Wonodadi dan LMDH Wana Salam. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian adalah anggota kelompok LMDH pada dua situs. Sedangkan sampel penelitian ditentukan dengan purposeful sampling, snowball teqnique  sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara mendeskripsikan jawaban penelitian pada dua situs penelitian yang berbeda.

Hasil analisis data adalah: (a) Dalam menjaga keindahan, kebersihan dan keseimbangan kelestarian lingkungan sekitarnya, anggota LMDH perlu memahami manajemen lingkungan, anggota LMDH sebagai masyarakat merupakan bagian integral dari ekosistemnya.  (b) Pengembangan sumber daya manusia pada LMDH dilakukan dengan menggunakan pendidikan dan pelatihan untuk mengubah perilaku anggota denganprogram-program yang dilakukan secara terpadu dan serasi dengan program-program lainnya. (c) Masyarakat disekitar hutan memiliki kearifan tradisional yang merupakan sumber daya yang berharga untuk kegiatan pembangunan. (d) Dengan adanya Program PHBM, anggota LMDH dapat memperoleh peningkatan kesejahteraan dan peningkatan pendapatan. (e) Dengan melakukan kerjasama bagi hasil  para anggota LMDH dapat menjaga dari berbagai resiko buruk seperti pencurian kayu, kebakaran hutan dan anggota dapat memperoleh pendapatan dari hasil menaman tanaman di area tanah perhutani. (f) Pemberdayaan  masyarakat perlu dikemas berdasarkan kearifan tradisional agar dapat menarik minat generasi muda untuk mengelola hutan dan melestarikan hutan.

Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara kedua  situs. Pengurus atau pemimpin LMDH dalam melaksanakan kegiatan mempunyai peran penting ini, karena tingkat pendidikan anggota relatif rendah. Anggota merasa kurang percaya diri untuk terlibat pada proses  perencanaan. Memperhatikan kondisi tersebut, agar perencanaan program berjalan dengan baik dan terealisir peran pemimpin LMDH menjadi sangat urgen. Seorang pemimpin LMDH harus memiliki kemampuan menganalisis kekuatan dan kelemahan anggotanya, dan juga memahami peluang dan tantangan di sekitarnya sehingga dapat mengembangkan kemampuan anggota.Pendidikan dan pelatihan yang dilakukan para pemangku kepentingan cenderung bersifat sporadis, unsustainable. Dengan tidak adanya tindak  lanjut sampai mandiri, mengakibatkan anggota cenderung pasif dan kurang kreatif. Kurangnya usaha  tindak lanjut dari pemangku kepentingan mengakibatkan berkurangnya daya tarik para generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan  LMDH. Generasi muda lebih tertarik bekerja  sebagai TKI (tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri.

Hasil penelitian menemukan bahwa anggota LMDH  cenderung lebih suka uang daripada “ilmu”. Anggota masih berada dalam jenjang pemenuhan kebutuhan primer. Anggota selalu mengharapkan ada imbalan uang dalam setiap pelatihan dengan menghitung opportunity cost tanpa mempertimbangkan hasil dari pelatihan dimasa yang akan datang. Oleh karena itu kegiatan pendidikan dan pelatihan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kearifan lokal  dan selalu melakukan monitoring dan evaluasi hingga anggota menjadi mandiri.