DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Model Solusi dan Panduan Pembelajaran Transformatif Untuk Program Kursus Bahasa Inggris

Basri .

Abstrak


ABSTRAK

 

Basri. 2016. Model Solusi dan Panduan Pembelajaran Transformatif untuk Program Kursus Bahasa Inggris. Tesis. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. M. Djauzi Moezakir, M.A. Pembimbing (2) Dr. Zulkarnain Nasution, M.Pd., M.Si

 

kata Kunci: Model solusi, panduan pembelajaran, pembelajaran transformatif, kursus bahasa Inggris

Kursus bahasa Inggris merupakan sebuah lembaga pendidikan non formal yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan belajar masyarakat akan bahasa Inggris, bahkan diyakini mampu mentransform kesulitan mereka dalam mempercepat dan menuntaskan penguasaan bahasa Inggris mereka. kenyataan menunjukkan bahwa masih banyak lembaga yang kurang mampu merealisasikan harapan tersebut. sehingga penelitian ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan dan merealisasikan harapan masyarakat. penelitian ini bertujuan mengembangkan buku panduan pembelajaran transformatif untuk program kursus bahasa Inggris guna meningkatkan kemampuannya memenuhi harapan masyarakat tersebut.

Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. pertama dilakukan pendalaman kembali permasalahan kursus bahasa Inggris dan best practice kursus terkait, pengembangan draft panduan pembelajaran transformatif untuk kursus bahasa Inggris, kemudian validasai ahli median pembelajaran dan ahli bidang PLS, revisi, validasi pihak pengguna di lapangan, dan revisi akhir. penyajian data menggunakan teknik analisis data statistik kuantitatif dan data kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku panduan pembelajaran transformatif untuk program kursus bahasa Inggris ini cukup valid dan dapat digunakan. hal ini ditunjukkan dari hasil validasi ahli media pembelajaran dengan ahli bidang PLS dengan kualifikasi cukup valid dan tidak perlu revisi dan dari pihak pengguna dengan persentase 82,77% termasuk kategori kualifikasi valid dan tidak perlu revisi.

Berdasarkan temuan tersebut peneliti menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menguji cobakan model solusi yang ditawarkan, bahkan mengembangkan model solusi lain yang lebih efektif dan serta mengembangkan panduan sesuai karakteristik lokal.