DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Geografi SMA Model BSNP Kurikulum 2013 Berbasis Kearifan Lokal Suku Using di Kabupaten Banyuwangi

M Rizqon Al Musafiri

Abstrak


ABSTRAK

 

Musafiri, M. Rizqon Al. 2016. Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Geografi SMA Model BSNP Kurikulum 2013 Berbasis Kearifan Lokal Suku Using di Kabupaten Banyuwangi. Tesis. Prodi Pendidikan Geografi. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si., (2) Drs. I Komang Astina, M.S, Ph.D

 

Kata Kunci: Pengembangan, Suplemen Bahan Ajar, Kearifan Lokal, suku Using

Bahan ajar SMA yang menjelaskan tentang suku Using hanya mengkaji pada kaidah bahasa dan kesenian, belum ada yang spesifik membahas keterkaitan pengembangan potensi wisata dan ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal. Pengkajian terhadap bahan ajar geografi SMA kelas XI di SMAN 1 Genteng, menggunakan buku geografi 2 kelas XI kurikulum 2013 penulis Yulmadia Yulir. Materi pokok budaya tradisional sebagai potensi wisata dan ekonomi kreatif belum tercantum dalam buku. Potensi Kearifan lokal Suku Using  dapat dijadikan sebagai suplemen bahan ajar geografi pada siswa SMA kelas XI. Hal ini sesuai dengan silabus kurikulum 2013 kelas XI yang ada pada kompetensi dasar (KD) 4.5 Menyajikan analisis keragaman budaya bangsa sebagai identitas nasional pada konteks interaksi global dalam bentuk gambar dan peta.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah (1) mengidentifikasi pokok-pokok materi Geografi SMA kelas XI tentang kearifan lokal suku Using di Kabupaten Banyuwangi; (2) mengembangkan suplemen bahan ajar Geografi SMA kelas XI berbasis kearifan lokal suku Using di kabupaten Banyuwangi; dan (3) menguji keefektifan suplemen bahan ajar Geografi SMA kelas XI berbasis kearifan lokal suku Using di Kabupaten Banyuwangi. Suplemen bahan ajar dikembangkan dengan menerapkan model Research and Developmnet (R&D) dari Borg and Gall. Tahapan pengembangan mengadopsi tujuh langkah, yaitu : 1) penelitian awal dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4) uji coba produk awal, 5) revisi produk utama, 6) uji coba produk utama, 7) revisi produk operasional.  Rancangan produk telah melewati tahap validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli desain pembelajaran dan praktisi pembelajaran (guru). Tahapan selanjutnya melakukan uji coba lapangan kepada 12 siswa di SMAN 1 Genteng Kabupaten Banyuwangi.

Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan suplemen bahan ajar Geografi SMA berbasis kearifan lokal suku Using. Produk pengembangan telah divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, ahli desain pembelajaran, dan ahli pembelajaran (guru) dengan masing-masing memperoleh nilai 80%, 78%, 73% dan 92%. Rata-rata validasi dari ahli mendapat presentase sebesar 80,75% dengan kriteria sangat layak dan efektif untuk digunakan. Setelah divalidasi, suplemen bahan ajar dilakukan uji coba lapangan. Hasil uji coba lapangan pada siswa kelas XI menunjukkan bahwa suplemen bahan ajar layak untuk digunakan dengan presentase 87% termasuk dalam kriteria sangat layak.

Pengembangan suplemen bahan ajar geografi SMA ini terbatas pada materi pokok budaya tradisional sebagai potensi wisata dan ekonomi kreatif. Pengembangan ini difokuskan pada kearifan lokal suku Using di Desa kemiren Kabupaten Banyuwangi. Bahan ajar sebaiknya dikembangkan secara utuh dan komprehensif pada semua indikator yang ada, sehingga menghasilkan suplemen bahan ajar yang utuh dalam satu mata pelajaran geografi. Evaluasi formatif ini hanya dilakukan sampai pada tahap uji coba kelompok kecil. Bagi pengembang lebih lanjut dapat melakukan uji coba kelompok kecil, sedang, dan tahap uji coba lapangan yang lebih luas.