DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penelitian dan Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Ekologi Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Azas Tritangtu di Kampung Naga

Adhi Munajar

Abstrak


ABSTRAK

 

Bahan ajar merupakan salah satu perangkat yang penting sebagai acuan dalam pembelajaran. Bahan ajar perlu dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada umumnya bahan ajar yang tersedia belum kontekstual pada mata kuliah ekologi lingkungan materi etika lingkungan.Hal ini mengakibatkan kurangnya aktualisasi mahasiswa di lapangan terkait pemecahan permasalahan lingkungan. Pengangkatan materi kearifan lokal dapat memberikan dorongan terkait pemahaman peserta didik dalam pembelajaran yang kontekstual. Kearifan lokal yang diangkat menjadi materi dalam suplemen yaitu etika pengelolaan air dan lahan berlandaskan azas tritangtu oleh masyarakat di Kampung Naga. Berdasarkan analisis kebutuhan dan permasalahan sehingga dibutuhkan penelitian dan pengembangan terkait pengayaan materi berlandaskan kearifan lokal yang berbentuk suplemen bahan ajar cetak.

Prosedur yang ditempuh yaitu melalui 2 perlakuan yaitu penelitian dan pengembangan. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan data tentang etika pengelolaan lingkungan berlandaskan azas tritangtu oleh masyarakat di Kampung Naga dengan pendekatan studi kasus. Data yang didapatkan menjadi informasi yang diproses melalui tahap pengembangan. Pengembangan ini mengadopsi model Borg & Gall. Prosedur penelitian terdiri dari sepuluh langkah, namun hanya dilakukan tujuh langkah. Hal ini disebabkan karakteristik kurikulum dan karakter setiap mahasiswa berbeda, serta melalui 3 kali revisi dan divalidasi oleh ahli. Model buku yang diadopsi yaitu versi dikti. Produk divalidasi beberapa ahli yaitu ahli materi, desain, bahasa, dan praktisi sebelum diujicoba dalam kelompok kecil yaitu 10 mahasiswa dengan status yang sedang mengikuti maupun yang sudah lulus mata kuliah ekologi lingkungan. Data validasi dan uji coba berupa saran, tanggapan, dan penilaian sebagai dasar untuk merevisi produk.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan mendapat respon positif dari validator dan mahasiswa. Produk secara keseluruhan mendapatkan persentase 85,24% dan sangat layak untuk digunakandalam pembelajaran. Produk divalidasi oleh ahli materi, desain pembelajaran, bahasa serta praktisi menunjukkan persentase 85,01% dengan kualifikasi sangat layak untuk digunakan kelompok kecil. Persentase yang didapatkan dari hasil uji coba lapangan sebesar 86,15%. Suplemen bahan ajar yang telah dihasilkan diharapkan dapat digunakan dalam pembelajaran. Saran diseminasi sebaiknya dilakukan sampai pada tahap evaluasi sumatif untuk mengetahui efektivitas bahan ajar. Saran pengembangan bagi peneliti yang lain sebaiknya: 1) penerapan tes skala kelompok yang besar, 2) dilakukan eksperimen terhadap produk yang dihasilkan untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna terhadap beberapa aspek.