DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

penerapan model pembelajaran analogi untuk melatih keterampilan berpikir kreatif calon konselor

mirza alvira

Abstrak


ABSTRAK

 

Alvira, Mirza. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Analogi untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kreatif Calon Konselor. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si.

 

Kata kunci: model pembelajaran analogi, keterampilan berpikir kreatif, calon konselor

Penyiapan calon konselor sebagai reflective practitionerpenting untuk dilakukan oleh lembaga pendidikan Strata-1. Calon konselorakan dihadapkan pada berbagai masalah konseli yangmembutuhkan penyelesaian secara tepat. Pembelajaran pada Perguruan Tinggi belum mengarah pada pembentukan calon konselor yang reflektif. Salah satu ciri calon konselor yang reflektif adalah memilikiketerampilan berpikir kreatif. Proses pembelajaranPraktikum Konseling Individu, lebih berfokus pada pelaksanaan tahap-tahap konseling. Berbagai model pembelajaran dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir kreatif, salah satunya adalah model pembelajaran analogi. Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki proses pembelajaran teori dan praktik konseling dengan melatih keterampilan berpikir kreatif mahasiswa, meliputi keterampilan sintetik, analitik, dan praktikal.

Rancangan penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah mahasiswa BK offering B angkatan 2013. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dilakukan dengan kegiatan pembelajaran dan praktik konseling REBdan siklus II dilakukan dengan kegiatan pembelajaran dan praktik konseling Realita. Setiap siklus berlangsung lima kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan skenario pembelajaran sebagai panduan pelaksanaan tindakan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan di antaranya adalah (1) Jurnal Pengalaman Belajar Mahasiswa (JPBM), (2) Jurnal Pengalaman Praktik Konseling (JPPK), (3) lembar observasi pelaksanaan praktik konseling, (4) lembar observasi performansi peneliti, (5) inventori keterampilan berpikir kreatif calon konselor. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif yang dianalisis dengan statistik deskriptif dan diinterpretasikan secara kualitatif. Data hasil penelitian dianalisis dengan tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan keputusan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran analogi dapat digunakan melatih keterampilan berpikir kreatif calon konselor. Perubahan keterampilan berpikir kreatif dapat dilihat dari skorpretest-posttest pada siklus I dan skorpretest-posttest pada siklus II. Pada siklus I, mahasiswa yang mempunyai keterampilan berpikir kreatif kategori tinggi sebanyak 32%. Rata-rata skor yang diperoleh mahasiswa sebesar 9.95 (58.58%). Sedangkan pada siklus II, mahasiswa yang mempunyai keterampilan berpikir kreatif kategori tinggi sebanyak 77%. Rata-rata skor yang diperoleh mahasiswa sebesar 14.18 (74.63%).

Berdasarkan temuan penelitian, maka diajukan saran di antaranya adalah (1) kepada dosen prodi Bimbingan dan Konseling untuk menjadikan keterampilan berpikir kreatif sebagai tujuan pengiring pembelajaran, (2) menjadikan model pembelajaran analogi sebagai salah satu model pembelajaranpada matakuliah berbasis teori seperti Konseling Individu, Konseling Multibudaya, dan keterampilan Dasar Komunikasi, (3) bagi peneliti lanjutan, penelitian perbaikan yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan pelaksanaan pembelajaran pada tahap konflik padat dan memaksimalkan keterampilan berpikir kreatif pada keterampilan praktikal mahasiswa.