DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Metode Socratic Dialogue dan Problem Solving untuk Meningkatkan Respectful Mind Siswa MTs

Febri Tri Cahyono

Abstrak


ABSTRAK

 

Cahyono, Febri Tri. 2015. Keefektifan Metode Socratic Dialogue dan Problem Solving untuk Meningkatkan Respectful Mind Siswa MTs. Tesis. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. (I) Prof. Dr. Nur Hidayah, M.Pd. (II) Dr. Triyono, M.Pd.

 

Kata kunci:  socratic dialogue, problem solving, respectful mind.

Manusia adalah mahluk sosial menurut Gardner (2006), manusia memiliki kecenderungan yang mendalam untuk menciptakan kelompok-kelompok, menyediakan atribut untuk kelompok-kelompok, dan berperilaku sangat positif atau sangat bermusuhan kepada tetangga dan kelompok yang lebih jauh. Kelompok-kelompok yang dibuat tersebut menciptakan perbedaan antar individu kemudian hal tersebut dapat memicu timbulnya konflik, sehingga manusia diharapkan mampu mengelola perbedaan dengan damai. Menciptakan masyarakat yang damai di tengah perbedaan menuntut mereka untuk memiliki kecakapan dalam menerima orang lain, memahami orang lain dan bekerja sama secara efektif bersama mereka. Kecakapan tersebut oleh Gardner (2006) disebut sebagai respectful mind. Oleh karena pentingnya kecakapan tersebut maka diperlukan suatu metode untuk meningkatkannya yaitu dengan menggunakan metode socratic dialogue dan problem solving.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan antara metode socratic dialogue dan problem solving secara signifikan untuk meningkatkan respectful mind siswa MTs. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen desain the pretest-post test two treatment designs. Populasi dari dari penelitian adalah siswa kelas VII dan VIII MTsN Kepanjenkidul Blitar. Sampel yang diambil sebanyak 20 orang, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 orang untuk eksperimen I dengan intervensi metode socratic dialogue dan 10 orang untuk eksperimen II dengan intervensi metode problem solving. Instrumen penelitian menggunakan skala respectful mind.

Data dianalisis dengan menggunakan wilcoxon sign rank test, hasil analisis menunjukan ada kenaikan respectful mind pada siswa yang siswa yang diberi intervensi metode socratic dialogue dan problem solving. Hasil Analisis mann-whitney u test menunjukan bahwa tidak ada perbedaan respectful mind yang signifikan antara siswa yang diberikan intervensi socratic dialogue dan problem solving.

Saran dari penelitian ini ditujukan pada (1) Guru bimbingan dan konseling bisa menerapkan metode socratic dialogue dan  problem solving secara optimal dengan menciptakan cara menciptakan konsdisi yang ideal disesuaikan dengan karakter siswa (2) Peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan skala respectful mind yang berbeda namun setara ketika melaksanakan pretest dan post test untuk menjaga validitas internal penelitian.