DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pendayagunaan Fitur Lingual dalam Wacana Agraria di Media Massa

mujianto mujianto mujianto

Abstrak


Abstrak Pengemasan berita keagrariaan oleh media massa dengan memanfaatkan konstruksi lingual tertentu mengakibatkan masyarakat pengonsumsi percaya bahwa  agraria di Indonesia identik dengan konflik agraria antara masyarakat dengan pemerintah. Terbangunnya persepsi  pembaca terhadap kebenaran isi teks berita agraria merupakan kewajaran. Hal ini disebabkan teks berita dibangun dengan sejumlah piranti linguistik yang di dalamnya terkandung kepentingan tertentu pembuat teks berita.  Pilihan terhadap bentuk linguistik dalam teks berita memiliki perspektif tertentu, agenda tertentu, dan ideologi tertentu. Dengan demikian,  berita tentang agraria bukan  refleksi fakta yang ‘bebas nilai’, sebuah wacana yang jauh dari realitas sosial dan fakta empiris yang netral. Yang dikaji dalam penelitian ini   adalah pendayagunaan fitur  gramatika yang mencakup pentransitifan, penominalan,  dan pemasifan, sekaligus mengungkap agenda dan ideologi di balik  pendayagunaan fitur  gramatika.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan analisis wacana kritis (AWK) perspektif Fairclough. Berdasarkan perspektif  AWK ini, analisis data mencakup tiga dimensi, yaitu (a) deskripsi teks, (b) interpretasi praktik kewacanaan,  dan (c) eksplanasi praktik sosio budaya. Data penelitian ini berupa pendayagunaan   fitur gramatika dalam berita  agraria  yang dimuat oleh media massa berskala  nasional selama periode tahun 2011 s.d.m2013. Secara operasional, data penelitian ini yang berupa fitur pentransitifan, penominalan, dan pemasifan  diperikan, ditafsirkan, dan dijelaskan, sekaligus diungkap agenda dan ideologi di balik penggunaan fitur lingual tersebut. 

Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut. Pendayagunaan  fitur dalam dimensi gramatika dalam teks berita  agraria meliputi fitur pentransitifan, penominalan, dan pemasifan. (a) Fitur pentransitifan yang didayagunakan  berpola verba proses material. Pola ini didayagunakan oleh media massa untuk membangun persepsi kepada pembaca bahwa kebijakan pemerintah Indonesia pada bidang agraria lebih berpihak kepada pemilik modal (kapitalisme). Di samping itu, pola pentransitifan ini  menyiratkan,  bahwa media massa di Indonesia menggunakan ideologi nasionalisme dan antikapitaslisme dalam kinerja jurnalistiknya.(b) Fitur penominalan yang didayagunakan berupa pengubahan verba proses material menjadi nomina. Agenda yang dicapai adalah menonjolkan peristiwa dan penyelamatan  aktor agar tidak menyudutkan pihak tertentu. Hal ini menyiratkan bahwa,  media massa Indonesia menggunakan  ideologi berhati-hati dan bertanggung jawab dalam kegiatan jurnalistik. (c) Fitur pemasifan yang didayagunakan dalam  teks berita agraria oleh  media massa memiliki dua fungsi yang saling melengkapi, yaitu untuk menonjolkan korban  yang ditempatkan pada posisi ‘partisipan’ dan untuk menunjukkan secara eksplisit aktor  yang ditempatkan pada posisi ‘tujuan’ atau ‘keterangan. ’Agenda yang ingin dicapai dengan pola pemasifan ini adalah memperkuat persepsi  bahwa  konflik  agraria selalu melibatkan pemerintah, BPN, Polisi, dan TNI. Signifikansi ideologisnya, media massa di Indonesia memiliki empati kepada korban dan masyarakat lemah dan kurang simpati pada pihak keamanan yang menjadi pelindung pengusaha.

Kata Kunci : fitur lingual, pentransitifan, penominalan, pemasifan

 

Abstract News set of agrarian in mass media by utilizing certain linguistic features lead people to believe that the agriculture in Indonesia is identical to the conflict between society and government. Awakening the reader's perception of the truth of the agrarian news text is reasonableness. This is due to the news text lingual built with a number of features that it contains a certain interest news text maker. The choice of the form of specific linguistic perspective, agenda and ideology. Thus, news text agrarian not reflect the fact that 'value-free'. Reality is in the news is the result of the reconstruction of a news writer and not a reflection of social reality and the empirical fact neutral. The reconstruction of agrarian  reality in Indonesia by the mass media by utilizing certain lingual feature. Were studied in this research is the use of grammatical features that include transitivity, nominalization, and passivation, well as uncover agendas and ideology behind the utilization of grammatical features.

This study used a qualitative approach with critical discourse analysis (CDA) Fairclough perspective. Based on this AWK perspective, data analysis includes three dimensions, namely a description of the text, the interpretation of discourse practice, and  cexplanatory socio- cultural practices.  This research data in the form of utilization of grammatical features in agrarian news that was published by the mass media nationwide during the period of 2011 s.d.m2013. Operationally, this research data in the form transitivity features , nominalization,  and passivation  be defined, interpreted and explained, once revealed the agenda and ideology behind the use of the lingual feature.

Results of the study presented as follows. Utilization of features in grammatical dimension in the report text agrarian features include transitivity, nominalization, passivation. (a) The features are utilized  transitivity verbs patterned material processes. This pattern is utilized by the mass media to build the perception of the reader that the Indonesian government's policy on agrarian field more aligned to the owners of capital (capitalism). In addition, this transitivity pattern implies that the mass media in Indonesia using the ideology of nationalism in journalistic performance. (b) Features of  nominalization are utilized in the form of conversion of the material into a noun verb. Agenda is achieved is boasts rescue events and actors in order not to marginalize certain parties. This implies that, the Indonesian media using ideology to be careful and responsible in journalistic activities. (c) Features passivation is utilized in the report text agrarian mass media have two complementary functions, namely to highlight the object/victim is placed in the position of 'participants' and to indicate explicitly actor who is placed in the position of the 'goal' or 'information. 'Agenda to be achieved with a passivation pattern is to strengthen the perception that the conflict agrarian always involves the government, BPN, the police, or the military. Ideological significance, the mass media in Indonesia have empathy for the victim and/or community weaker and less sympathy on the part of security who has been a businessman.

Keywords :linguistic feature, transitivity, nominalization, passivation