DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia untuk Berpikir Kritis

Agustinus Indradi

Abstrak


ABSTRAK

 

Indradi, Agustinus. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia untuk Berpikir Kritis. Disertasi, Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing  (I) Prof. Dr. Ah. Rofi’uddin, M.Pd.,  Pembimbing  (II) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd.,  Pembimbing  (III) Dr. Sunaryo HS., S.H., M.Hum.

 

Kata Kunci:  berpikir kritis, membaca kritis, menulis kritis

 

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa adalah berpikir kritis.  Kemampuan tersebut bisa dikembangkan melalui matakuliah Bahasa Indonesia, khususnya terkait materi membaca dan menulis. Hanya saja sampai sekarang materi yang secara khusus  mempersiapkan hal tersebut belum ada. Sehubungan dengan itu, penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk (1) menghasilkan pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia untuk berpikir kritis, dan (2)  menguji kelayakan produk dalam meningkatkan kemampuan  berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran membaca kritis dan menulis kritis.

Untuk mencapai tujuan di atas, digunakan desain penelitian dan pengembangan model Borg and Gall, yang diadaptasi dan dimodifikasi menjadi (1) studi pendahuluan, (2)  perencanaan produk, (3) mengembangkan bentuk produk awal (4) melakukan uji pakar dan praktisi, (5) merevisi produk awal (6) uji coba lapangan (uji kelayakan produk) (7) merevisi produk, (8) hasil akhir. Uji kelayakan produk dilakukan untuk melihat kelayakan produk dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, menggunakan rancangan praeksperimen dengan pretes-postes kelompok tunggal (tanpa kelompok kontrol). Data diolah dengan SPSS versi 16.0 dan dianalisis dengan menggunakan uji –t.

Pengembangan ini telah menghasilkan produk berupa bahan ajar bahasa Indonesia untuk berpikir kritis. Ada lima tahapan berpikir kritis yang diaplikasikan dalam pelatihan membaca dan menulis kritis. Lima tahapan tersebut adalah (1) mengidentifikasi, (2) menganalisis, (3) mengevaluasi, (4) menyimpulkan, dan (5) mengambil keputusan. Empat langkah pertama diterapkan dalam pelatihan membaca kritis, sedangkan langkah kelima diterapkan dalam pelatihan menulis kritis dan empat tahap sebelumnya dalam pelatihan membaca kritis sekaligus sebagai tahap pramenulis. Sebagai sebuah keterampilan, agar berpikir kritis tersebut sungguh-sungguh dikuasai dengan baik oleh mahasiswa, proses pelatihannya perlu dilakukan secara berulang dan berjenjang, dari yang mudah menuju sulit atau dari yang sederhana menuju yang rumit. Dalam pelaksanaannya, contoh penerapan dan pelatihan membaca dan menulis kritis tersebut untuk artikel populer, artikel ilmiah populer, dan artikel ilmiah.

Produk ini telah diuji coba kelayakannya dengan melihat perbedaan hasil pretes dan postes, sebelum dan sesudah mahasiswa menerima materi pembelajaran dari produk yang telah dihasilkan. Dari hasil olah statistik diketahui nilai t = -9.906 dengan derajat kebebasan = 29 (n-1), dan nilai p-value  = 0.000 untuk uji satu sisi ini lebih kecil dari α = 0.005, sehingga bisa disimpulkan bahwa purata untuk postes memberikan hasil yang baik dibandingkan dengan rerata hasil pretes. Oleh karena itu, dapat disimpulkan  bahwa produk bahan ajar yang telah dihasilkan ini efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Hasil uji coba kepada mahasiswa juga menunjukkan bahwa organisasi isi buku, keterbacaan, dan kemanfaatan dinilai layak oleh mahasiswa, tetapi mengenai tampilan fisik buku dinilai kurang menarik, maka telah dilakukan revisi pada cover dan keseluruhan isi buku.

Produk bahan ajar  ini masih perlu dikembangkan terus-menerus melalui berbagai uji coba dalam lingkup yang lebih besar dan lebih lama agar bisa mencapai sasaran secara maksimal. Dalam produk tersebut pilihan bacaan (artikel) yang dikritisi masih terbatas. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas yang berbeda-beda jurusan/program studinya, artikel yang dikritisi  bisa diganti atau disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa masing-masing jurusan/program studi.