DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN SIKAP DAN KOMPETENSI WIRAUSAHA SISWA SMK (SMEA) DI KOTA MALANG

MOHAMMAD . Maskan

Abstrak


ABSTRAK

 

Maskan, Mohammad*. 2009. Pengembangan Model Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis Portofolio untuk Meningkatkan Sikap dan Kompetensi Wirausaha Siswa SMK (SMEA) di Kota Malang, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Salladien, (II) Prof. Dr. Wahjoedi, ME, dan (III) Prof. Dr. Armanu Thayib, SE, M.Sc.

 

Kata kunci: pengembangan model pembelajaran, kewirausahaan, model pembelajaran berbasis portofolio, sikap wirausaha, kompetensi wirausaha.

 

 

Model pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan selama ini di SMK masih bersifat klasikal yang bercirikan teacher centered learning sehingga obyektif pembelajaran yang tercapai hanyalah aspek kognitif, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik tidak tercapai. Untuk itu, maka model pembelajaran ini tidak sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai dalam mata pelajaran kewirausahaan. Bertititik tolak dari masalah tersebut, maka model pembelajaran kewirausahaan di SMK harus diubah menjadi model pembelajaran yang bercirikan student centered learning, yaitu model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio, dimana model pembelajaran ini menggunakan pendekatan siswa aktif, multi metode pengajaran dan multi sumber pembelajaran.

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menemukan model mata pelajaran Kewirausahaan berbasis portofolio yang bercirikan siswa aktif, kooperatif, partisipatif, demokratis, reaktif dan menyenangkan. (2) untuk meningkatkan pencapaian domain afektif dan psikomotorik dalam pembelajaran kewirausahaan siswa SMK di Kota Malang.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadaptasi pendapat Dick and Carey (1990) yang terdiri atas lima tahap. Populasi penelitian ini adalah seluruh SMK (SMEA) Jurusan Manajemen dan Administrasi Bisnis di Kota Malang, sample penelitian ini adalah berasal dari siswa SMK dari SMK Negeri 1 Kota Malang, SMK PGRI 02 Malang dan SMK Wisnu Wardhana dengan jumlah keseluruhan sampel sebanyak 102 orang. Desain uji coba menggunakan Randomized Subject, Pre-Test-Post test Control Group Design. Jenis data berupa data primer berupa angket,  yang berasal dari guru, ahli media pembelajaran, ahli rancangan dan siswa yang berupa tanggapan, saran dan masukan. Sedangkan data sekunder berupa SAP, silabus, jumlah kelas, jumlah siswa dan guru kewirausahaan di SMK yang digunakan sebagai subyek penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah: a) Analisis Isi, yang digunakan untuk mengolah data dari wawancara dan diskusi dari para ahli, guru, siswa serta hasil uji coba perorangan dan kelompok kecil, b) Analisis Deskriptif digunakan untuk mengetahui tanggapan dari guru, ahli media pembelajaran, ahli rancangan pembelajaran dan siswa tentang kualitas hasil produk pengembangan model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio dan c) Analisis Komparatif, yang digunakan untuk mengetahui perbedaan sikap dan kompetensi wirausaha siswa antara model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio dan klasikal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hasil pengembangan model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio adalah baik. Artinya, hasil pengembangan model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio layak digunakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran kewirausahaan di SMK. Hal ini didasarkan pada hasil uji coba pengembangan model pembelajaran tersebut yang merujuk pada Dick & Carey (1971) dan Kusumo & Willis, dengan 6 indikator, yaitu: 1) kegiatan pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio adalah menarik yang ditunjukkan dengan skor uji coba sebesar 84,15%, 2) model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan lebih banyak tentang materi yang diajarkan, yang ditunjukkan dengan skor sebanyak 78,36%, 3) hubungan antara tujuan pembelajaran dan materi yang diajarkan di dalam model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio adalah relevan yang ditunjukkan dengan skor sebesar 78,6%, 4) Item tes dapat mengukur performansi yang dinyatakan dalam tujuan yang dinyatakan dalam skor pencapaian skor sikap kewirausahaan siswa sebesar 3,6202 dan skor kompetensi kewirausahaan siswa sebesar 3,5238, 5) Model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio dapat memberikan umpan balik, baik kepada guru maupun kepada siswa terhadap proses dan hasil pembelajaran siswa yang ditunjukkan dengan skor sebanyak 79,28%, 6) Model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio memungkinkan adanya perbaikan materi dan pengajaran yang memuaskan dengan ditunjukkan skor sebesar 79,10%. Disamping itu, berdasarkan uji beda dalam pembentukan sikap wirausaha, ternyata model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio hasilnya lebih tinggi, yaitu sebesar 3,6197 daripada model pembelajaran klasikal, yaitu sebesar 3,503. Demikian juga pada pembentukan kompetensi wirausaha siswa, ternyata model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio hasilnya lebih tinggi, yaitu sebesar 3,619 daripada model pembelajaran klasikal, yaitu sebesar 3,005. Namun demikian, berdasarkan kajian statistik, apabila dilihat berdasarkan kemampuan akademis siswa ternyata model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio ini hasilnya akan optimal apabila diterapkan pada siswa berkemampuan akademis menengah ke atas.

Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, beberapa rekomendasi agar pelaksanaan model pembelajaran berbasis portofolio dapat mencapai hasil optimal, adalah 1) memberikan pembekalan kepada guru pengampu mata pelajaran kewirausahaan tentang model pembelajaran kewirausahaan berbasis portofolio, 2) secara internal harus ada koordinasi dengan sesama guru yang mengampu mata pelajaran kewirausahaan, 3) guru perlu membuat lembar kerja siswa dengan baik, 4) siswa memiliki hasil portofolio yang tiap hari Sabtu dibawa pulang sebagai bukti kerja dan ditandatangani orang tua, 5) Perusahaan yang dipilih untuk tempat observasi diusahakan yang dekat dengan tempat tinggal siswa agar dapat menghemat biaya. Untuk pengembangan lebih lanjut, maka model pembelajaran kewirausahaan ini dapat berupa e-portofolio yang berbasis internet dan untuk lebih memvalidasi model pembelajaran portofolio ini, maka dapat diterapkan pada mata pelajaran yang lain.

 

 

 


* Mohammad Maskan adalah dosen Politeknik Negeri Malang. Artikel ini diangkat dari Disertasi Doktor Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang, 2009