DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Multi Representasi dengan Orientasi Tujuan Berbeda terhadap Hasil Belajar Kognitif Tingkat Tinggi Siswa pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

Rizki Nur Analita

Abstrak


ABSTRAK

 

Kelarutandanhasil kali kelarutanmerupakanbagiandarimatapelajarankimia yangsebagianbesarmaterinyabersifatabstrak, sehinggasiswacenderungmengalamimiskonsepsi.Beberapaalasan yang menyebabkanterjadinyamiskonsepsiantara lainkarenakurangsesuainyamodel pembelajaran yang diterapkandanpembelajaranlebihmengutamakanpemahamanalgoritmikdaripadakonseptual. Salah satumodel pembelajaran yang diperlukanuntukmengatasipermasalahantersebutadalahinkuiriterbimbing.Inkuiriterbimbingmerupakan model pembelajaranyang dapatmengkonstrukpengetahuansertameningkatkanpemahamankonseptualdanalgoritmiksiswa.Dalamilmukimia, pemahamankonseptualdanalgoritmikterdiridarirepresentasitingkatmakroskopik, mikroskopik, dansimbolik(multi representasi).Penerapanpembelajaran multi representasibertujuanuntukmembantukonstruksikonsepdanmeningkatkankemampuankognitifsiswa, terutamadalambentukhasilbelajarkognitiftingkattinggi.Faktorlain yang mempengaruhihasilbelajarkognitiftingkattinggisiswaadalahorientasitujuan. Orientasitujuanterdiridaritujuanbelajardantujuanpenampilan.Siswadenganorientasitujuanbelajartinggidiprediksimemperolehhasilbelajarkognitiftingkattinggi yang lebihbaikdaripadasiswadenganorientasitujuanpenampilantinggi.Penelitian yang dilakukanbertujuanuntukmenentukanpengaruhmodel pembelajarandanpengaruhorientasitujuanyang berbedaterhadaphasilbelajar, terutamahasilbelajarkognitiftingkattinggisiswa.

Penelitianmenggunakanrancanganeksperimentalsemupretest-postest control groupdenganrancanganfaktorial 2 x 2.Populasipenelitianadalahsiswakelas XI MIA SMA Negeri 1 Boyolangu, Tulungagung,tahunajaran 2014/ 2015.Sampelpenelitianterdiridariduakelas, yaitukelas XI MIA-7 (n = 37) yang dibelajarkandenganmodel pembelajaraninkuiriterbimbingdankelas XI MIA-8 (n = 38) yang dibelajarkandenganmodel pembelajaraninkuiriterbimbingberbantuanmulti representasi.Pemilihansampelmenggunakanteknikcluster random sampling.Data penelitiandiperolehmelaluiteshasilbelajarkognitifdankuesionerorientasitujuan.Instrumentesterdiridari 20 soalpilihangandadan 3 soalesaiyang telahteruji valid (Sig.≤ 0,05) danreliabel (r = 0,72).Instrumenkuesionerterdiridari 15 pertanyaantujuanbelajardan 15 pertanyaantujuanpenampilanyang telahteruji valid (94,45 %). Data penelitiandianalisismenggunakanujistatistiktwo wayANOVA.

Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa: (1) terdapatperbedaanhasilbelajarkognitiftingkattinggiantarasiswa yang dibelajarkandenganmodelpembelajaraninkuiriterbimbingberbantuanmulti representasidansiswa yang dibelajarkandenganmodel pembelajaraninkuiriterbimbing (p = 0,00; Sig. ≤0,05), model pembelajaraninkuiriterbimbingberbantuanmulti representasi(gE = 0,59) memberikanhasilbelajarkognitifyang lebihbaikdaripada model pembelajaraninkuiriterbimbing (gK = 0,41); (2) terdapatperbedaanhasilbelajarkognitiftingkattinggiantarasiswa yang memilikiorientasitujuanbelajardansiswa yang memilikiorientasitujuanpenampilan (p = 0,00; Sig. ≤ 0,05), tujuanbelajarmemberikanhasilbelajarkognitiftingkattinggiyang lebihbaikdaripadatujuanpenampilan; dan (3)tidakadainteraksiantaramodel pembelajarandanorientasitujuanterhadaphasilbelajarkognitiftingkattinggisiswa (p = 0,37; Sig.> 0,05).