DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kecerdasan Emosional dan Spiritual Kepala Sekolah dalam MeningkatkanMutu Pendidikan (Studi MultiKasus pada MAN Gondanglegi, SMA Diponegoro Tumpang, dan SMK NU Miftakhul Huda Kepanjen di Kabupaten Malang)

ACH FARIDUL ILMI

Abstrak


Abstrak

 

Ilmi, Ach. Faridul. Kecerdasan Emosional dan Spiritual Kepala Sekolah dalam MeningkatkanMutu Pendidikan (Studi MultiKasus pada MAN Gondanglegi, SMA Diponegoro Tumpang, dan SMK NU Miftakhul Huda Kepanjen di Kabupaten Malang), Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D, (II) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd, dan (III) Dr. Kusmintardjo, M.Pd.

 

Kata kunci :kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual,kepala sekolah, mutu pendidikan

 

Penelitian tentang kecerdasan dan spiritual kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan sudah banyak dilakukan, tetapi sebagian besar penelitian tersebut membahas variabel tunggal dan bersifat studi kasus. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena untuk menuju proses generalisasi diperlukan kajian yang bersifat studi multi kasus. Penelitian ini merperkuat teori-teori tentang kontribusi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam menentukan keberhasilan kepemimpinan dalam sebuah organisasi sekolah.

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) nilai-nilai kecerdasan emosional dan spiritual kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, (2) implementasi kecerdasan emosional dan spiritual kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, (3)strategi kepemimpinankepala sekolah dalam meningkatkan mutu, (4) bentuk kegiatan yang berhubungan dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualkepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan,(5) hasil implementasi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual pada peningkatan mutu pendidikan.

Jenis penelitian diskriptif pendekatan kualitatif, dengan desain penelitian adalah multi kasus dengan menitikberatkan pada penelitian lapangan yang bertujuan untuk mempelajari tentang interaksi lingkungan, posisi serta keadaan lapangan suatu unit penelitian secara apa adanya. Lokasi penelitian ini meliputi tiga situs yaitu MAN Gondanglegi, SMA Diponegoro Tumpang, dan SMK NU Miftakhul Huda Kepanjen Kabupaten Malang. Sumber data diambil dari sumber data manusia dan dokumen. Penentuan informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala, guru, siswa dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan melalui tiga tahap yakni pengkodean, penyortiran data dan perumusan kesimpulan. Untuk analisis data lintas kasus maka dilakukan metode komparasi. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi.

Dari hasil analisis data diperoleh temuan yang menunjukkan bahwa pertama, nilai-nilai kecerdasan emosional dan spiritual kepala sekolah diwujudkan dalam visi misi sekolah. Nilai-nilai kecerdasan tersebut meliputi prinsip penanaman nilai-nilai yang bersumber ajaran agama, prinsip-prinsip untuk menjalin komunikasi internal organisasi sekolah, prinsip untuk menjalin hubungan dengan tokoh agama,masyarakat, lembaga-lembaga PTN, perusahaan dan lain-lain, dan prinsip untuk memberi penghargaan bagi mereka yang berprestasi. Kedua, untuk mengimplementasikan nilai-nilai kecerdasan emosional dan spiritual tersebut, kepala sekolah menggunakan stragegi kepemimpinan yang kemudian dijabarkan dalam bentuk-bentuk kegiatan yang spesifik. Hasil implementasi kecerdasan emosional dan spiritual kepala sekolah meliputi ; (1) visi dan misi madrasah disemangati oleh kecerdasan emosional dan spiritual, (2) iklim organisasi sekolah bernnuansa islami, dan sekolah menerapkan kewajiban mentaati norma agama sebagai prioritas, (3) Sekolah memiliki prestasi akademik yang bagus dengan akreditasi A, (4) guru dan siswa memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan proses belajar mengajar, (5) minat masyarakat tinggi untuk memilih sekolah yang mengintegrasikan agama, Iptek dan ketrampilan, (6) sekolah memiliki MoU dengan berbagai lembaga PTN, PTS, BLK, BUMN, dan (7) sekolah memiliki komunikasi yang aktif dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Implikasi teoritis yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bermanfaat bagi pengembangan ilmu manajemen pendidikan terutama yang terkait dengan identifikasi nilai-nilai kecerdasan emosional dan spiritual kepala sekolah yang harus dimiliki, strategi kepemimpinan dan bentuk-bentuk kegiatan yang tepat akan menciptakan iklim kondusif disekolah. Iklim yang kondusif di sekolah merupakan faktor penting dalammeningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Saran yang dapat dikemukakan sebagai berikut : (1) bagi KepalaMAN Gondanglegi SMA Diponegoro dan SMK NU Kepanjen Kabupaten Malang hendaknya dalam menyusun program kerja dan aturan sekolah agar lebih rinci dalam menerapkan nilai-nilai kecerdasan emosional dan spiritual. (2) bagi Kementrian Agamadan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan input dalam meningkatkan mutu kepala sekolah. (3) bagi peneliti berikutnya dapat mengkaji topik tersebut lebih mendalam dengan fokus dan kasus yang berbeda untuk memperoleh perbandingan sehingga semakin memperkaya khasanah penelitian tentang implementasi kecerdasan emosional dan spiritual bagi kepemimpinan sekolah.