DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Inventori Kemandirian Bagi Siswa SMA

Mikhael Udam

Abstrak


Abstrak

 

Penelitian pengembangan inventori kemandirian dilakukan berdasarkan padda kebutuhan akan instrumen pengumpulan data sebagai komponen terpenting dalam pelaksanaan program bimbingan di sekolah. Oleh karena itu penting sekali instrumen inventori kemandirian bagi guru pembimbing atau konselor di sekolah dalam rangka membantu siswa mengembangkan diri. Mengingat salah satu tujuan layanan bimbingan adalah pengembanan diri siswa agar dapat menjalani kehidupan secara mandiri.

Kemandirian merupakan kecenderungan alami dan umum untuk melaksanakan tindakan sesuai kehendaknya dan secara penuh mendudukung tindakannya (Ryan at al., 1995 dalam Chircov, 2011: 250). Oelh karena itu peran konselor adalah mendapatkan informasi dan mengarahkan anak untuk mengembangkan diri secara bertanggung jawab.

Pengembangan inventori kemandirian perlu dikebangkan karena bertujuan, menghasilkan alat pengumpul data yang memenuhi kriteria kegunaan, kelayakan dan kesahihan sebagai instrumen yang memiliki standard penilaian dan pengukuran. Konselor di sekolah guna pengumpulan data atau informasi mengenai siswa, untuk mengetahui sejauh mana kecenderungan tingkat kemandirian yang dimilki oleh siswa sebagai remaja.

Pengembangan inventori kemandirian ini dikembangkan berdasarkan pada sebua tori sebagai rujukan yaitu  teori self determination yang dikemukakan oleh Weinstein, Przybylski, dan Ryan (2012) dengan komponen (1) kesesuaian diri (self congruence), (2) Penetapan minat (interest-taking) berdasarkan refleksi diri dan (3) Bebas dari kendali eksternal maupun internal (non suceptability).

Inventori kemandirian dikembangkan melalui beberapa tahap pengujian sebagai syarat pengembangan instrumen yang standard. Tahapan tersebut adalah, tahap uji ahli dengan menggali saran dan pendapat serta penilaian, selanjutnya  dilakukan uji lapangan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas item. Analisis dilakukan dengan metode analisis faktor eksploratori. Setelah  dilakukan analisis diketahui hasil bahwa item yang valid berjumlah 54 item dari 146 item awal. 54 Item yang dinyatakan valid  memiliki tingkat koefisien validitas berdasarkan nilai KMO-MSA 0,908 dan muatan loading factor ≥ 0,5 serta koefisien reliabilitas sebesar 0,905, dengan demikian item tersebut layak untuk digunakan. Norma yang digunakan pada inventori kemandirian adalah norma persentil. Norma persentil merupakan skor-skor persentil yang diungkapkan berdasarkan persentase orang dalam kelompok atau sampel terstandardisasi. Persentil menunjukkan posisi relatif siswa dalam kelompok/kelas tertentu.

Untuk pengembangan inventori yang lebih teruji dan tepat guna maka, disarankan agar inventori ini perlu di uji cobakan pada sampel dengan tempat yang berbeda untuk mengetahui konsistensi relibilitas dan validitas instrument. Pengembangan inventori kemandirian dapat dilakukan untuk mengukur tingkat kemandirian  dengan sasaran atau subjek  siswa dengan tingkat usia dan jenjang pendidikan yang  berbeda. Tidak menutup kemungkinan bagi peneliti lain untuk melakukan pengujian ulang terhadap inventori kemandirian dengan konstruk teori yang sama untuk melengkapi kekurang pengembangan inventori kemandirian ini.