DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Konsep Asam Basa Berorientasi Keterampilan Generik Sains

Deklin Frantius

Abstrak


Abstrak

 

Kimia dasar diperlukan sebagai fondasi untuk memahami kimia lebih lanjut. Asam basa merupakan salah satu konsep dari Kimia Dasar II. Subtopik asam basa yang dipilih adalah: (1) konsep asam basa, (2) pH dan pOH, (3) pasangan asam basa konjugat, (4) Ka, Kb, dan Kw, (5) donor dan akseptor proton, (6) donor dan akseptor pasangan elektron, dan (7) representasi mikroskopik larutan asam dan basa. Untuk mempelajari subtopik dari konsep asam basa diperlukan ketrampilan pemahaman skala, bahasa simbolik, kerangka logika, konsistensi logika, inferensi logika, sebab akibat, dan pemodelan. Ketrampilan-ketrampilan tersebut tercakup dalam Ketrampilan Generik Sains (KGS). Berdasarkan karakteristik materi, mengajarkan konsep asam basa membutuhkan bahan ajar yang berorientasi KGS. Oleh karena itu, tujuan penelitian adalah: (1) menghasilkan Modul Konsep Asam Basa berorientasi KGS yang telah divalidasi dan (2) menguji efektivitas modul yang dikembangkan pada perkuliahan Kimia Dasar II di Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan PMIPA FKIP Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Pengembangan produk mengadopsi model 4-D Thiagarajan et al. (1974) yang terdiri dari 4 langkah: pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Draf modul divalidasi oleh dua ahli materi dan satu ahli media menggunakan angket validasi. Tahap uji keterbacaan perorangan dan kelompok dilakukan oleh mahasiswa semester VI sedangkan uji efektivitas dilaksanakan oleh mahasiswa semester II. Uji efektivitas modul menggunakan model pra eksperimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest only untuk jumlah subyek penelitian sebanyak 86 mahasiswa. Instrumen untuk mengukur efektivitas modul berupa tes pilihan ganda yang berjumlah 40 soal dengan validitas isi sebesar 96,0% dan reliabilitas yaitu 0,898. Efektivitas modul dianalisis dari kelulusan, n-gain score, dan uji-t hasil pretes-postes.

Hasil pengembangan berupa Modul Konsep Asam Basa berorientasi KGS yang dibagi menjadi Buku Petunjuk Dosen dan Modul Mahasiswa. Buku Petunjuk Dosen terdiri dari 50 halaman dan Modul Mahasiswa sebanyak 94 halaman. Modul untuk mahasiswa dikembangkan menjadi empat bagian utama yaitu: (1) petunjuk mahasiswa, (2) kegiatan belajar 1, (3) kegiatan belajar 2, dan (4) kegiatan belajar 3. Orientasi KGS disusun secara implisit dalam tiap kegiatan belajar. Petunjuk Mahasiswa berisi panduan menggunakan modul, sedangkan Kegiatan Belajar 1, 2, dan 3 masing-masing memuat topik asam basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis. Validitas isi 90,3% untuk Buku Petunjuk Dosen dan 93,3% untuk Modul Mahasiswa sehingga produk dikategorikan layak digunakan sebagai bahan ajar. Penilaian yang diberikan mahasiswa sebesar 83,5% untuk uji keterbacaan perorangan dan 85,4% untuk uji keterbacaan kelompok. Hasil pretes dan postes menunjukkan bahwa mahasiswa yang lulus meningkat dari 3,5 menjadi 95,3%. Nilai rata-rata pretes 33,46 dan postes 72,01. N-gain score pada setiap komponen KGS berturut-turut yaitu: hubungan sebab akibat 0,61; bahasa simbolik 0,63; kerangka logika 0,36; konsistensi logika 0,80; inferensi logika 0,73; pemahaman skala 0,52; dan pemodelan 0,43. Rata-rata n-gain score semua komponen KGS sebesar 0,58 (sedang). Hasil uji-t menunjukkan ada perbedaan signifikan antara pretes dan postes (nilai probabilitas, p adalah 0,00 lebih kecil dari 0,05). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa Modul Konsep Asam Basa Berorientasi Ketrampilan Generik Sains efektif digunakan dalam pembelajaran Kimia Dasar II.