DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Keterampilan Mengelola Marah Siswa SMP yang Diintervensi dengan Strategi Emotional Literacy dan Focus Group Discussion

Desika Nanda Nurvita

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurvita, Desika Nanda. 2015. Perbandingan Keterampilan Mengelola Marah Siswa SMP yang Diintervensi dengan Strategi Emotional Literacy dan Focus Group Discussion. Tesis. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Nur Hidayah. M.Pd, (2) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd.

 

Kata kunci :   emotional literacy, focus group discussion, keterampilan mengelola marah

Marah merupakan emosi negatif kuat yang secara subjektif dialami seseorang sebagai keadaan yang ditimbulkan oleh antagonisme terhadap orang atau sesuatu yang dianggap menjadi sumber dari suatu peristiwa tidak menyenangkan. Keadaan antagonisme tersebut menyiratkan ketegangan yang sedang berlangsung, konflik, perlawanan, atau penyerangan terhadap sumber ancaman yang dirasakan. Ketidakmampuan mengelola emosi marah yang dirasakan dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang dapat merugikan diri subjek yang mengalami emosi marah maupun orang lain. Agar siswa memiliki keterampilan mengelola marah, maka diperlukan suatu metode untuk meningkatkannya yaitu strategi emotional literacy dan focus group discussion.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan tingkat keterampilan mengelola marah secara signifikan antara siswa yang diberi perlakuan dengan strategi emotional literacy dan focus group discussion. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment  dengan desain the pretest- posttest two treatment designs. Subjek penelitian ini diambil dari kelas VII.3 dan VII.5. Hasil pretest menunjukkan terdapat 12 siswa yang memiliki skor keterampilan mengelola marah sangat rendah dan rendah, kemudian 12 siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu 6 orang untuk eksperimen I dengan intervensi strategi emotional literacy dan 6 orang untuk eksperimen II dengan intervensi strategi focus group discussion. Instrumen penelitian menggunakan skala pengelolaan marah.

Data dianalisis dengan menggunakan Wilxocon sign Rank Test  untuk mengetahui peningkatan keterampilan mengelola marah pada masing-masing kelompok eksperimen dan Mann-Whitney U Test untuk menguji apakah ada perbedaan keefektifan kedua intervensi. Hasil analisis menunjukan setiap strategi yang digunakan memberikan kenaikan yang signifikan dan menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara keefektifan kedua metode terhadap peningkatan keterampilan mengelola marah. 

Saran dari penelitian ini adalah: (1) bagi guru bimbingan dan konseling: (a) dapat menggunakan kedua intervensi untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan marah, (b) dapat menggunakan kedua intervensi dengan mempelajari buku panduan peningkatan keterampilan mengelola marah; (2) bagi peneliti selanjutnya:  (a) melakukan penelitian dengan mengaplikasikan strategi emotional literacy dalam desain PTK atau PTB, (b) menggunakan pemicu marah yang lebih bervariasi, (c) melakukan penelitian tindakan untuk melihat keefektifan kedua strategi ini dengan memperbaiki buku panduan yang ada.