DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Bakat Mekanik terhadap Hasil Belajar Kompetensi Pemeliharaan Sistem Pengapian Di SMK Bagian Keahlian Otomotif.

Zunaidi Nisa Zunaidi

Abstrak


Abstrak

 

Zunaidi, 2014. Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Bakat Mekanik terhadap Hasil Belajar Kompetensi Pemeliharaan Sistem Pengapian Di SMK Bagian Keahlian Otomotif. Tesis, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Waras Kamdi, M.Pd, (2) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, ST., M.Pd.

 

Kata Kunci: startegi pembelajaran, bakat mekanik, hasil belajar, kompetensi pemeliharaan sistem pengapian.

 

Peningkatan sumber daya manusia dalam bersaing menuju persaingan bebas saat ini sangat penting, terutama bekal atau keahlian yang dimiliki oleh seorang lulusan siswa sekolah menengah kejuruan. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan terutama dilihat dari hasil belajar disekolah dan dilingkungan luar sekolah. Hasil belajar yang baik tidak lepas dari peran guru dalam mengelola kelas, dimana salah satu perantersebut dapat diwujudkan dalam bentuk penggunaan strategi pembelajaran yang digunakan didalam kelas.

Hasil belajar adalah hal yang selalu menjadi tujuan utama dari setiap pelaksanaan proses pembelajaran. Inti dari proses pembelajaran adalah penyampaian informasi melalui pemberian pengalaman oleh pendidik kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Salah satu hasil belajar di SMK adalah kompetensi pemeliharaan sistem pengapian. Pencapaian kompetensi pemeliharaan sistem pengapian dipengaruhi oleh dua hal yakni strategi pembelajaran dan bakat siswa.

Permasalahan penelitian ini adalah: (1) Apakah ada perbedaan  hasil belajar   sistem pengapian antara kelompok siswa yang diajarkan menggunakan strategi pembelajaran diskoveri  dengan   kelompok siswa yang diajarkan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori; (2) Apakah ada perbedaan  hasil belajar  sistem pengapian antara kelompok siswa yang memiliki bakat mekanik tinggi dengan siswa yang memiliki bakat mekanik rendah; dan (3) Apakah ada interaksi antara penggunaan dua strategi dan bakat mekanik    terhadap hasil belajar sistem pengapian.

Untuk menjawab permasalahan di atas, penelitian ini dijalankan dengan rancangan kuasi eksperimental, dimana kelompok eksperimental diajar dengan strategi pembelajaran diskoveri dan kelompok kontrol diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMKN I Jetis Mojokerto. Dimana kelompok eksperimen terdiri dari 32 siswa dan kelompok kontrol terdiri dari 30 siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis ANAVA dua jalur.

Hasil uji hipotesis diperoleh nilai observasi (Fhitung = 8,316 > Ftabel = 3,16 untuk taraf signifikansi p < 0,05). Artinya terdapat perbedaan hasil belajar   kompetensi pemeliharaan sistem pengapian yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori dengan siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran diskoveri. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa: (Fhitung = 5,570 > Ftabel = 3,16 untuk taraf signifikansi p < 0,05). Artinya terdapat perbedaan hasil belajar pencapaian kompetensi mengelas sambungan sudut antara siswa yang memiliki bakat mekanik tinggi dengan siswa yang memiliki bakat berpikir mekanik cukup dan siswa yang memiliki bakat   mekanik rendah, dan hasil analisis hipotesis 3 menunjukkan bahwa (Fhitung = 1, 498 < F tabel = 3,16 untuk taraf signifikansi p < 0,05) dengan tingkat signifikansi 0,232.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) kepada para Kepala Sekolah Kejuruan  perlu adanya pemahaman kemampuan belajar peserta didik agar dapat memberikan perlakuan yang tepat dalam proses pembelajaran terutama pada pemilihan strategi penyampaian atau strategi dalam mengajar dikelas sehingga dapat memaksimalkan hasil belajar siswa sesuai dengan kemampuannya. Pemilihan model pembelajaran diskoveri sangat dianjurkan dalam kegiatan pembelajaran terutama di kelas praktek atau bengkel, penetapan kebijakan melaksanakan tes bakat dan kemampuan siswa dengan melibatkan pihak yang kompeten dalam penerimaan siswa baru dalam menentukan program keahlian masing-masing siswa; (2) kepada seluruh guru yang mengajar di sekolah/di bengkel diharapkan memilih model pembelajaran yang tepat yaitu model pembelajaran diskoveri dalam pembelajaran sistem pengapian sehingga para guru tidak  banyak mengalami kendala dalam pembelajaran; dan (3) kepada para peneliti yang berminat melakukan penelitian sejenis, disarankan untuk menambah beberapa variabel penelitian belajar sistem kelistrikan, agar memperoleh informasi data hasil belajar yang lebih maksimal dan akurat.