DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Nilai Strategis Jasa Layanan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Multisitus pada Tiga Lembaga PAUD di Kota Malang

SRI WAHYUNI

Abstrak


Abstrak

 

Wahyuni, Sri. 2015. Peningkatan Nilai Strategis Jasa Layanan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Multisitus pada Tiga Lembaga PAUD di Kota Malang). Disertasi. Program Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H.  Ibrahim Bafadal, M.Pd., (II) Prof. Dr. H. Supriyono, M.Pd., (III) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd.

 

Kata kunci: dimensi, strategi,  nilai strategis jasa layanan, lembaga PAUD

 

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki nilai strategis dalam proses pembentukan karakter dan kepribadian anak. Hal ini menjadi salah satu penyebab dari semakin meningkatnya jumlah lembaga PAUD di masyarakat hingga mencapai jumlah 572 di Kota Malang, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta, sehingga berdampak tingkat kompetisi antar lembaga menjadi semakin tinggi. Implikasi dari fakta tersebut maka setiap lembaga PAUD diharapkan mampu meningkatkan nilai strategis jasa layanan dan menampilkan keunggulan kompetitif masing-masing lembaga, agar mampu menjadi lembaga PAUD yang dikenal, diminati, dan dipilih oleh masyarakat. Oleh karena itu diperlukan sebuah strategi dalam upaya peningkatan nilai strategis jasa layanan lembaga PAUD.

Penelitian ini bertujuan menemukenali dan menjelaskan: (1) dimensi-dimensi nilai strategis jasa layanan lembaga PAUD; (2) strategi peningkatan nilai strategis jasa layanan lembaga PAUD; dan (3) peran kepala sekolah dalam peningkatan nilai strategis jasa layanan lembaga PAUD untuk membangun teori substantif tentang peningkatan nilai strategis jasa layanan lembaga PAUD.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan rancangan studi multisitus dengan metode analisis induktif termodifikasi. Penelitian dilakukan di tiga lembaga PAUD di Kota Malang, yaitu PAUD Restu 2, PAUD As Salam, dan PAUD Pelita Hati. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu analisis data situs individu dan analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas, uji transferabilitas, dan uji konfirmabilitas.

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, nilai strategis jasa layanan dari sebuah lembaga PAUD ditentukan oleh 5 dimensi, yaitu dimensi ke-khas-an, kepercayaan, kenyamanan, harapan dan keterjangkauan. Kelima dimensi tersebut terbentuk dari beberapa aspek yaitu muatan kurikulum yang khas, pendidik yang kompeten dan berkarakter, tempat penyelenggaraan yang aman dan nyaman, pola layanan yang sesuai dengan kebutuhan orang tua, dan sistem pembiayaan yang mudah dan terjangkau. Kedua, strategi yang dilakukan oleh lembaga PAUD untuk meningkatkan nilai strategis jasa layanan lembaga adalah strategi tiga arah, meliputi (1) strategi eksternal, yaitu menciptakan identitas lembaga agar mudah dikenal oleh masyarakat; (2) strategi internal, yaitu membangun kualitas layanan melalui upaya pembinaan karakter pendidik, penyediaan sarana prasarana dan alat permainan edukatif, serta lingkungan sekolah yang kondusif; dan (3) strategi interaktif, yaitu membangun hubungan saling menguntungkan dengan orang tua dan masyarakat sekitar melalui upaya penyediaan layanan PAUD Terpadu (Taman Pengasuhan Anak, Kelompok Bermain, dan Taman Kanak-kanak), pembentukan komite sekolah dan paguyuban orang tua, penerapan buku penghubung, penyelenggaraan kegiatan keorang-tuaan, dan menjadikan orang tua sebagai media promosi lembaga. Ketiga, peran kepala sekolah dalam peningkatan nilai strategis jasa layanan lembaga PAUD dikategorikan dalam 3 peran, yaitu (1) sebagai konseptor yang berperan dalam mengembangkan ide kreatif dan menyusun konsep program inovatif agar lembaga memiliki keunggulan kompetitif dan dikenal di masyarakat; (2) sebagai penghubung, yaitu berperan dalam menyampaikan visi misi kepada anggota lembaga dan menjalin kerjasama dengan pihak lain atau orang tua; dan (3) sebagai pengendali, yaitu berperan dalam menjaga kualitas layanan lembaga melalui kegiatan membagi tugas pendidik sesuai keahlian masing-masing, membangun suasana kekeluargaan, dan memantau pelaksanaan tugas pendidik.

Berdasarkan hasil penelitian ini maka setiap kepala sekolah atau pimpinan lembaga PAUD perlu memperhatikan dimensi kekhasan, kepercayaan, kenyamanan, harapan dan keterjangkauan dari penyelenggaraan PAUD agar mudah dikenal dan diminati masyarakat. Badan penyelenggara PAUD perlu memfasilitasi lembaga PAUD agar kelima dimensi tersebut dapat diwujudkan. Lembaga perlu melaksanakan strategi secara internal, eksternal, dan interaktif untuk meningkatkan kualitas layanan, meningkatkan keunggulan kompetitif dan membangun hubungan dengan orang tua atau masyarakat sekitar. Kepala sekolah atau pimpinan lembaga juga perlu berperan aktif sebagai konseptor, penghubung, dan pengendali lembaga sehingga nilai strategis jasa layanan lembaga PAUD di masyarakat dapat ditingkatkan. Para pendidik atau bunda PAUD perlu meningkatkan kompetensi pedagogik dan kepribadian agar dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga. Bagi dinas pendidikan disarankan agar memfokuskan materi pembinaan pada topik kajian tentang upaya peningkatan nilai strategis jasa layanan. Sedangkan bagi peneliti lain disarankan agar penelitian ini ditindaklanjuti dengan pendekatan penelitian kuantitatif untuk mengukur dimensi mana yang lebih dominan pengaruhnya pada peningkatan nilai strategis jasa layanan lembaga PAUD, atau ditindaklanjuti dengan fokus penelitian yang sama tetapi dilakukan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.