DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Scaffolding Prosedural dalam Pembelajaran Group Investigation terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa yang Memiliki Pengetahuan Awal Tinggi dan Rendah

SUNU WAHYUDHI

Abstrak


Abstrak

 

Salah satu standar kompetensi lulusan mata pelajaran fisika adalah mengembangkan sikap rasa ingin tahu, jujur, tanggung jawab, logis, kritis, analitis, dan kreatif melalui pembelajaran fisika. Pembelajaran fisika saat ini belum mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir kritis. Usaha perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah dengan memberikan pendampingan (apprenticeship) dalam bentuk scaffolding prosedural dalam pembelajaran Group Investigation (GI).Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh scaffolding-prosedural dalam pembelajaran GI dan pengetahuan awal terhadap berpikir kritis pada mata pelajaran fisika SMA.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi, dengan rancangan faktorial. Subjek penelitian adalah kelas X SMA Negeri 5 Malang Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini terdiri dari kelompok pertama adalah siswa kelas X MIA 3 sebagai kelompok eksperimen yang terdiri dari 30 siswa. Kelompok kedua adalah siswa kelas X MIA 6 sebagai kelompok kontrol yang terdiri dari 30 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pengetahuan awal yang berbentuk pilihan ganda dan tes berpikir kritis yang berbentuk uraian. Sebelumnya instrumen pengumpulan data telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Reliabilitas tes pengetahuan awal adalah 0,824 dan tes kemampuan berpikir kritis adalah 0,679. Data yang dikumpulkan diolah secara statistik inferensial dengan menggunakan teknik Anova dua jalur.

Hasil penelitian dari hipotesis pertama menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang menggunakan strategi scaffolding-prosedural dalam pembelajaran GI dan pembelajaran GI. Sedangkan hasil penelitian dari hipotesis kedua menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang mempunyai pengetahuan awal tinggi dan rendah. Selanjutnya hasil penelitian dari hipotesis ketiga menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara pembelajaran (pembelajaran scaffolding prosedural dalam pembelajaran GI dan pembelajaran GI) dan pengetahuan awal siswa terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.