DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MODEL EMPIRIS HUBUNGAN FAKTOR PRESTASI AKADEMIK SISWA SMA HIGH ACHIEVER SE-KOTA MALANG (STABILITAS EMOSI, KONTROL DIRI, BERPIKIR KRITIS, DAN MOTIVASI BERPRESTASI)

Ovi Nur Hikmah

Abstrak


Abstrak

 

Hikmah, Ovi Nur.2015. Model Empiris Hubungan Faktor Prestasi Akademik (Stabilitas Emosi, Kontrol Diri, Berpikir kritis, dan Motivasi Berprestasi). Tesis, Program Pascasarjana Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A, (II) Dr. IM Hambali, M.Pd.

 

Kata Kunci: stabilitas emosi, kontrol diri, berpikir kritis, motivasi berprestasi, dan prestasi akademik.

 

Siswa sering kali mengalami kesulitan belajar yang berasal dari dalam maupun luar diri peserta didik. Faktor yang berasal dari dalam peserta didik yaitu rendahnya kapasitas intelektual siswa, labilnya emosi dan sikap, lemahnya kontrol diri, belum memahami pola berpikir kritis, motivasi berprestasi yang rendah, serta terganggunya fungsi indera penglihatan dan pendengaran (mata dan telinga), sedangkan faktor yang berasal dari luar peserta didik (eksternal) meliputi faktor lingkungan keluarga. Hal ini akan memengaruhi perkembangan prestasi akademik siswa. Prestasi akademik tidak hanya bergantung pada kemampuan kognitif saja. Akan tetapi ada faktor non kognitif yang dapat menunjang prestasi akademik siswa, seperti keterampilan stabilitas emosi, kontrol diri, berpikir kritis, dan motivasi berprestasi. Hal ini yang penting untuk menjadi perhatian dari kepala sekolah sebagai penetu kebijakan, guru dan konselor sebagai pelaksana pembelajaran, serta orang tua yang menjadi dasar dari tumbuh kembang psikologis siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan dan pengaruh keterampilan stabilitas emosi, kontrol diri, berpikir kritis, dan motivasi berprestasi terhadap prestasi akademik. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SMA dalam kategori high achiever (peringkat 10 besar di kelas). Penelitian dalam pengumpulan data menggunakan alat berupa skala masing-masing variabel siswa yang diberikan pada awal siswa. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji regresi.

Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri (sebesar 15%), berpikir kritis (sebesar 12%), dan motivasi berprestasi (sebesar 50%) terhadap prestasi akademik. Pada variabel stabilitas emosi terdapat hubungan tidak langsung terhadap prestasi akademik melalui kontrol diri. Hubungan variabel stabilitas emosi dengan kontrol diri memiliki signifikasi sebesar 65%. Dapat disimpulkan bahwa keempat variabel tersebut memiliki kontribusi terhadap prestasi akademik. Kontribusi terbesar berada pada variabel motivasi berprestasi, kemudian kontrol diri, dan berpikir kritis. Pada variabel kontrol diri terdapat variabel stabilitas emosi yang memberikan kontribusi sangat tinggi. Hal ini dapat dijadikan rancangan konselor dalam menunjang prestasi akademik siswa.

Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Konselor dapat mengembangkan RPP dengan memperhatikan  keterampilan siswa dari motivasi berprestasi, stabilitas emosi, kontrol diri, serta berpikir kritis. (2) Peneliti selanjutnya hendaknya dapat mengembangkan instrumen yang kredibel untuk dapat alat yang dapat membantu siswa dalam mencapai prestasi akademik dengan memperhatikan aspek nonkognitifnya.