DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi pada Pembelajaran Stoikiometri dengan Model Search, Solve, Create and Share (SSCS) antara Siswa yang Belajar dengan dan Tanpa Strategi Metakognitif

M. . WILDAN

Abstrak


Abstrak

 

Wildan, M. 2015. Perbedaan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi pada Pembelajaran Stoikiometri dengan Model Search, Solve, Create and Share (SSCS) antara Siswa yang Belajar dengan dan Tanpa Strategi Metakognitif. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Subandi, M.Si, (II) Dr. Siti Marfu’ah, M.S.

 

Kata-kata  kunci:  search, solve, create and share (SSCS), strategi metakognitif, hasil belajar, berpikir tingkat tinggi

 

Dalam mempelajari konsep-konsep kimia banyak siswa yang lebih cenderung pada kegiatan ‘menghafal’ konsep/materi dibandingkan ‘memahami’nya, sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Hal ini diduga disebabkan oleh kurangnya kemampuan bernalar siswa, dan diduga dapat diatasi dengan penerapan model pembelajaran SSCS dengan strategi metakognitif. Model dan strategi pembelajaran tersebut diduga dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian pada pembelajaran stoikiometri model SSCS ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi, antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi metakognitif dengan siswa yang dibelajarkan tanpa strategi metakognitif.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan subjek dua kelas yang mempunyai kemampuan awal setara yaitu kelas X IPA-2 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS dipadukan strategi metakognitif dan kelas X IPA-3 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS tanpa dipadukan strategi metakognitif. Hasil belajar siswa dijaring dengan menggunakan tes pilihan ganda dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,69 (termasuk kriteria tinggi), yang terdiri dari tes hasil belajar algoritmik (13 item) dan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi (7 item). Perbedaan hasil belajar kedua kelas diuji dengan uji-t.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran SSCS dipadukan dengan strategi metakognitif dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SSCS tanpa strategi metakognitif. Siswa pada model pembelajaran SSCS yang dipadukan dengan strategi metakognitif memperoleh hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang lebih tinggi (skor retata 72 dan 67) dibanding siswa yang dibelajarkan dengan model SSCS tanpa strategi metakognitif (skor rerata 65 dan 60