DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Pembelajaran Kooperatif STAD Dipadu dengan Blended E-learning Terhadap Hasil Belajar Kognitif, Motivasi Belajar, dan Sikap Ilmiah Mahasiswa Pada Materi Metode Ilmiah

Dina Laurina

Abstrak


ABSTRAK

 

Laurina, Dina. 2014. EfektivitasPembelajaran Kooperatif Tipe STAD dipadu denganBlended E-Learning terhadap Hasil Belajar Kognitif, Motivasi Belajar dan Sikap Ilmiah Mahasiswa pada Materi Metode Ilmiah. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D; (2) Dr. Hj. Fauziatul Fajaroh, M.S.

 

Kata-kata Kunci:Blended E-Learning,  STAD, hasil belajar kognitif, motivasi belajar, sikap ilmiah

 

Salah satu materi dalam matakuliah Dasar-Dasar Sains yang dibelajarkan pada mahasiswa S1 Jurusan Kimiadi Universitas Negeri Malang adalah Metode Ilmiah.Materi ini bersifat teoritis tetapi penting dipelajari oleh mahasiswasebagai dasar dalam mempelajari ilmu kimia karena ilmu kimia dibangun atas dasar Metode Ilmiahselain produk ilmiah dan sikap ilmiah.Pemahaman tentang Metode Ilmiahmemerlukan pemahaman tentang penalaran abduksi, induksi, deduksi, dan statistika. Pemahaman tersebut dapat dimantapkan apabila pada mahasiswa diberikan banyak tugas yang melibatkan penalaran-penalaran tersebut. Selama ini pembelajaran tentang materi Metode Ilmiahcenderung dilakukan dengan memberikan penjelasan tentang materi Metode Ilmiahdiikuti dengan contoh-contoh. Dalam pembelajaran ini dapat dianggap mahasiswa jarang mendapatkan tugas yang memerlukanpenalaran abduksi, induksi, deduksi, dan statistika untuk menyelesaikannya. Sebagai akibatnya materi Metode Ilmiahcenderung dihafal dan kemampuan penalaran mahasiswa cenderung kurang berkembang.Kemampuan penalaran mahasiswa diharapkan dapat berkembang dengan optimal apabila mahasiswa dilibatkan dalam diskusi yang intensif. Hal ini diperkirakan dapat diwujudkan apabila pembelajaran dilakukan secara kooperatif tipe STAD. Namun, keterbatasan waktu perkuliaan menyebabkan diskusi intensif itu tidak dapat dilakukan di kelas. Masalah ini diharapkandapat diatasi apabila diskusi dilakukan di luar kelas dengan memanfaatkan TIK. Pembelajaran Blended e-learning diperkirakan memenuhi kondisi tersebut. Pembelajaran Blended e-learning memiliki tiga unsur penting yaitu pembelajaran, interaksi sosial, dan  kemampuankognitif.Ketiga unsur tersebut berperan penting dalam upaya melatih kemampuan penalaran ilmiah mahasiswa. Interaksi sosial terjadi pada saat diskusi antara mahasiswa dengan mahasiswa dan diskusi antara mahasiswa dengan dosen. Interaksi sosial tersebut dapat memberikan penguatan penalaran ilmiah pada mahasiswa melalui tugas yang melibatkan penalaran tersebut sehingga mahasiswa dapat memahamiMetode Ilmiahsecara mendasar. Oleh karena itu, penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD dipadu dengan blended e-learningdiharapkan dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif ditinjau dari hasil belajar kognitif, motivasi belajar, dan sikap ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui keefektifan dari penerapanpembelajaran kooperatif tipe STADdipadu dengan blended e-learningditinjau dari hasil belajar kognitif, motivasi belajar dan sikap ilmiah mahasiswa pada materi Metode Ilmiah; (2) mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD dipadu dengan blended e-learningterhadap sikap ilmiah mahasiswa pada materi Metode Ilmiah.

Penelitian ini menggunakanpostest only control group design.Subyek penelitian adalah mahasiswa jurusan kimia Universitas Negeri Malang yang menempuh matakuliah Dasar-Dasar Sains padasemester ganjil tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari dua kelas homogen yang masing-masing terdiri dari 25 mahasiswa.Satu kelas dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD, sedangkan kelas yang laindibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dipadu dengan blended e-learning. Data penelitian adalah skor hasil belajar kognitif, skormotivasi belajar, dan skorsikap ilmiah. Hasil belajar kognitif diukur menggunakantes pilihan ganda yang terdiri dari 26 soal dengan validitasbutir soal sebesar 0,51 dan koefisien reliabilitas, dihitung dengan persamaan Alpha Cronbach, sebesar 0,79.  Motivasi belajar diukur menggunakan angket Student’s Motivation Toward Science Learning (SMTSL) yang dikembangkan oleh Tuan, et al.(2005). Angket motivasi belajar berisi35 pernyataan dengan koefisien reliabilitas, dihitung dengan persamaanAlpha Cronbach, sebesar0,75. Sikap ilmiah diukur menggunakan angketChemistry Attitudes and Experiences Questionnaire (CAEQ) (Coll, et al. 2002) dengan koefisien reliabilitas, dihitung dengan persamaan Alpha Cronbach, sebesar0,94.Data hasil belajar kognitif dan motivasi belajar yang diperoleh dianalisis menggunakan independent sample t-test.Data sikap ilmiah yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)mahasiswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dipadu dengan blended e-learningmemiliki hasil belajar kognitif dan motivasi belajar yang lebih tinggi daripada mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Metode Ilmiah;(2)sikap ilmiahmahasiswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dipadu dengan blended e-learninglebih positifdibandingkan dengan sikap ilmiah mahasiswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Metode Ilmiah.