DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Internasionalisasi Perguruan Tinggi: Studi Multisitus pada Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta danUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta. Disertasi

DJALAL . FUADI

Abstrak


ABSTRAK

 

Fuadi, Djalal. 2015. Internasionalisasi Perguruan Tinggi: Studi Multisitus pada Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta danUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Prof. Dr. Willem Mantja, M.Pd., (II) Prof. Dr. Ali Imron, M.Pd., M.Si., (III) Prof. Dr. Wahjoedi, M.E.

 

Kata kunci: internasionalisasi perguruan tinggi, perguruan tinggi/Islam

 

Kecenderungan untuk melakukan reformasi tata kelola pendidikan tinggi saat ini telah menjadi trend dunia. Di Indonesia, ide untuk melakukan otonomi perguruan tinggi didorong oleh tuntutan terselenggaranya demokratisasi dan otonomi di berbagai sektor. Kelahiran Rancangan Undang-undang tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) pada tahun 2004 didukung dengan keberadaan Strategi Pendidikan Tinggi Jangka Panjang atau Higher Education Long Term Strategy (HELTS 2010-2014), merupakan babak baru dan arah baru bagi perjalanan perkembangan pendidikan di Indonesia. Salah satu programnya adalah penataan kelembagaan (tata kelola) pendidikan tinggi yang sehat, efisien dan akuntabel serta berorientasi internasional. Namun, dalam praktiknya, implementasi berbagai kebijakan pendidikan khususnya pendidikan tinggi berjalan lamban dan menyisakan berbagai kendala dan persoalan.

Higher Education (HE) Re-formedmemiliki keterkaitan dengan perubahan perspektif perguruan tinggi dalam menghadapi era globalisasi yang meliputi: pandangan Perguruan Tinggi, budaya keorganisasian, strategi perencanaan,  alokasi sumber keuangan, manajemen keuangan, kebijakan dan komite,  manajemen personil, serta manjemen kemahasiswaan, telah direspon oleh HELTS  melalui perencanaan program jangka panjang perguruan tinggi Indonesia melalui tiga keunggulan yang dilakukan agar menjadi perguruan tinggi yang eksis. Untuk dapat mencapai posisi kelas dunia perguruan tinggi harus melakukan re-formagar dalam penyelenggaraan agarmemiliki daya saing global (global competitiveness report), proses pendidikan yang dilaksanakan berkualitas, dan tetap memiliki independensi dalam mempertahankan eksistensi budaya lokal (nilai-nilai ke Indonesiaan) kedalam kancah pendidikan tingkat dunia (global education).

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendiskripsikan dan menjelaskan tata kelola dalam proses internasionalisasi perguruan tinggi dalam wujud self-governance, dengan sub fokus: a. Rencana Strategi (Visi, misi dan tujuan), b. Manajemen kelembagaan (sistem Pengelolaan), c. Kurikulum dan proses pembelajaran, dan d. Penjaminan Mutu dalam pelaksanaan internasionalisasi; (2) Mendiskripsikan dan menjelaskan makna reformasi institusi perguruan tinggi dari skala nasional ke internasional,dengansub fokus: a. Implementasi kebijakan internasionalisasi, b. Kerjasama akademik dalam skala internasional, c. Benchmarkingdalam tataran internasional, dan d. Proses pemasaran(marketing) yang berupa promosi dan publikasi dalam tataran internasional.

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian studi multisitus (multisites), karena setting yang diteliti memiliki karakteristik yang sama.Lingkup penelitian dibatasi pada kebijakan/kerangka kerja legal tata kelola internasionalisasi perguruan tinggi.Penelitian dilakukan di tiga Perguruan Tinggi Islam di Yogyakarta, yaitu Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Teknik pengumpulan data melalui: (1) teknik observasi partisipan (participant observation), (2) wawancara mendalam (indepth interview), dan (3) studi dokumen. Analisis data yang digunakan, yaitu (1) analisis data dalam situs,(2) analisis data lintas situs.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tata kelola yang disusun dalam rangka internasionalisasi dijabarkan dalam bentuk: (a) visi, misi, tujuan dan rencana strategi, kebijakan mutu serta sasaran mutu berorientasi pada kualitas internasional;(b) pengelolaan program internasional secara umum diserahkan kepada suatu lembaga/bidang/kantor/unit yang secara khusus mengelola program internasional;(c) kurikulum dan proses pembelajaran yang dikembangkan disusun dengan model dan kecenderungan yang berbeda-beda; (d) tata kelola dalam rangka internasionalisasi dijabarkan dan dikawal dalam bentuk penjaminan mutu. (2) Reformasi institusi perguruan tinggi dari skala nasional ke tingkat internasional: (a) implementasi yang dilakukan bersifat dinamis, optional, dan never ending programme artinya dasar dimulainya implementasi  ditentukan oleh kebijakan, pandangan atau orientasi pimpinan dalam memandang posisi perguruan tingginya dalam tataran internasional: (b) implementasi kerjasama akademik dalam skala internasional dilaksanakan melalui program kerjasama dengan berbagai bentuk yang bervariasi; (c)benchmarking(metodologi baku mutu)tidak mengkiblat secara khusus atau tidak mengacu secara eksplisit pada perguruan tinggi tertentu yang telah memiliki reputasi internasional atau predikat Wolrd Class University; (d) proses pemasaran(marketing)tidak dilakukan secara khusus, tetapi berlangsung secara terpadu dan bersifat alami, mahasiswa asing dimanfaatkan sebagai media marketing secara tidak langsung.

Text Box: 11Berdasarkan hasil penelitian, disampaikan saran dan rekomendasi sebagai berikut:Bagi pimpinan perguruan tinggi, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai gambaran dalam penerapankebijakan internasionalisasi sesuai prinsip-prinsip dan substansi internasionalisasi.Bagi para penyelenggara pendidikan tinggi,dalam pengembangan tata kelola setiap perguruan tinggi memiliki keragaman orientasi dalam mengaplikasikan internasionalisasi, maka melakukan reformasi perguruan tinggi tidak dapat ditunda-tunda lagi karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan Teknologi Informasi berkembang pesat menuntut perguruan tinggimenyesuaikan perkembangan tersebut.Bagi pemangku kepentingan terutama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pelaksana Akreditasi BAN-PT, serta Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), hasil penelitan ini dapat dijadikan masukan terutama dalam pengambilan kebijakan kerjasama akademik antar perguruan tinggi dalam lingkup internasional; kebijakan kualitas lulusan perguruan tinggi yang berorientasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan mampu berkompetisiminimal di tingkat ASEAN melalui bidangInternasionalisasi program studi, kurikulum, dan dosen; Program pertukaran dosen dan mahasiswa; Kolaborasi riset internasional hingga publikasi internasional; Kredit transfer, dan double/dual degree program.Bagi para peneliti berikutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian dengan topik dan fokus yang berbeda pada subjek yang sama atau subjek berbeda tetapi fokus masalahnya sejenis.