DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektifitas Film, Cerpen, dan Bahan Bacaan melalui Model Experiential Learning untuk Bimbingan Kesadaran Multikultur Siswa SMAN 3 Surakarta.

Kholil . Rohman

Abstrak


ABSTRAK

 

Kholilurrohman, 2015. Efektifitas Film, Cerpen, dan Bahan Bacaan melalui Model Experiential Learning untuk Bimbingan Kesadaran Multikultur Siswa SMAN 3 Surakarta.  Disertasi, Program Bimbingan Konseling, Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi.; (II) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, MA.; (III) Dr. H. Triyono, M.Pd.

 

Kata Kunci : Experiential Learning, Kesadaran Multikultur.

 

Sejak reformasi 1998 Indonesia yang memiliki multikultur dan multiagama eksistensinya sering digoyang dengan issu intoleransi dan anti demokrasi. Untuk membuat kacau keadaan ada yang memanfaatkan issu etnisitas, seperti kerusuhan yang terjadi di Solo pada Mei 1998, korbannya etnis Tionghoa. Ada yang memanfaatkan issu agama, seperti pendirian tempat ibadah bagi minoritas di tengah mayoritas dan tidak perlunya simbol-simbol keagamaan di ruang publik khususnya bagi agama minoritas.

Tujuan penelian untuk mengetahui; (1) perbedaan efektifitas perlakuan film, cerpen dan bahan bacaan melalui bimbingan model experiential learning untuk kesadaran multikultur siswa. (2) perbedaan kesadaran multikultur antara siswa etnis Jawa, Tionghoa, dan Arab setelah mendapat perlakuan film, cerpen dan bahan bacaan melalui bimbingan model experiential learning. dan (3) pengaruh interaksi kesadaran multikultur dari perlakuan dan etnis siswa setelah mendapat perlakuan film, cerpen dan bahan bacaan melalui bimbingan model experiential learning.

Penelitian ini menggunakan rancangan true experiment yang dilaksanakan pada Agustus – September 2014 di SMAN 3 Surakarta. Subyek penelitian 45 siswa terdiri dari etnis Jawa (15), Tionghoa (15), dan Arab (15). Pengumpulan data menggunakan skala kesadaran multikultur, dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial berupa analisis kovarian (ancova) 3 x 3.

Kesimpulan penelitian aspek perlakuan; Pertama, adanya kontribusi yang signifikan dari faktor perlakuan dan etnis terhadap perubahan kesadaran multikultural siswa. Kedua, perlakuan film, cerpen dan bahan bacaan berbasis multikultur berpengaruh signifikan terhadap perubahan kesadaran multikultural siswa.  Ketiga, perlakuan film atau cerpen merupakan dua cara yang lebih tinggi dibandingkan pemberian bahan bacaan. Keempat, perlakuan film memberikan hasil paling tinggi meningkatkan kesadaran multikultur siswa. Kelima, kesadaran multikultur siswa tidak banyak mengalami perubahan pada kelompok perlakuan bahan bacaan. Perlakuan cerpen memiliki karakteristik yang menyerupai hasil-hasil dari perlakuan film atau bahan bacaan. Artinya, perlakuan cerpen lebih tinggi dalam meningkatkan kesadaran multikultur dibandingkan perlakuan bahan bacaan, tetapi masih di bawah perlakuan film. Secara keseluruhan, hasil analisis lanjut menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan memiliki perbedaan pengaruh terhadap tingkat kesadaran multikultur.

Sedangkan, kesimpulan penelitian dari aspek etnisitas; Pertama, kelompok etnis Jawa, Tionghoa dan Arab berpengaruh signifikan terhadap perubahan kesadaran multikultur siswa. Kedua, etnis Tionghoa dan Jawa memiliki kesadaran multikultur lebih tinggi dibandingkan etnis Arab. Ketiga, etnis Tionghoa memiliki kesadaran multikultur paling tinggi. Keempat, etnis Arab tidak banyak mengalami perubahan pada pemberian jenis perlakuan. Kelima, etnis Jawa memiliki karakteristik menyerupai etnis Tionghoa. Artinya, etnis Jawa memiliki kesadaran multikultur yang lebih tinggi dibandingkan etnis Arab, tetapi masih di bawah etnis Tionghoa. Secara keseluruhan, hasil analisis lanjut menunjukkan bahwa masing-masing etnis memiliki perbedaan terhadap tingkat kesadaran multikultur.

Saran untuk penelitian lanjutan agar film cin(T)a ketika dipergunakan sebagai media bimbingan konseling efektif; (1) perlu pengklasifikasi siswa peserta bimbingan kesadaran multikultur pra riset rendah, sedang, dan tinggi sehingga setelah diberi perlakuan dapat diketahui perbedaan tingkat perubahannya. (2) meneliti pada komunitas siswa yang homogen di sekolah yayasan.