DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Unsur Lakon dan Nilai Moral dalam Wayang Kulit Putri Anjang Sari Dalang Haji Lalu Nasib AR

Zainul Zainul

Abstrak


Pembinaan dan pengembangan sastra daerah seperti wayang kulit merupakan bagian kebudayaan yang perlu dibina dan dilestarikan karena di dalam sastra daerah terdapat cerita-cerita warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang sangat tinggi nilainya. Salah satu sastra daerah yang perlu dibina dan dikembangkan adalah lakon Putri Anjang Sari yang dilakoni pada pertunjukan wayang Sasak. Lakon ini merupakan cerita rakyat yang dianut oleh masyarakat pada perkembangan zaman Islam. Kemajuan teknologi dan moderinesasi semakin menggeser tradisi sebagai kekayaan terhadap seni karya sastra semakin banyak ditinggalkan oleh penuturnya dan terancam punah dengan tidak adanya pendokumentasikan. 

 Penelitian ini berjudul: Unsur Lakon dan Nilai Moral dalam Wayang Kulit Putri Anjang Sari Dalang Haji Lalu Nasib AR. Penelitian ini merupakan salah satu usaha untuk pelestarian lakon pewayangan dalam bentuk pendokumentasikan dan pengkajian dalam bentuk unsur-unsur lakon dan nilai-nilai moral yang ada dalam wayang kulit Putri Anjang Sari. Selain itu, pelestarian pada lakon peneliti berharap bermanfaat bagi tenaga pendidik dalam pengembangan bahan ajar dengan berbasis budaya dan kearifan lokal menggunakan teks lakon Putri Anjang Sari.

Fokus pada penelitian yang di kaji pada penelitian ini yakni unsur lakon dan nilai moral pada wayang kulit Putri Ajang Sari. Unsur lakon meliputi (1) alur, (2) tokoh dan penokohan, (3) latar, dan (4) tema. Kemudian untuk nilai moral meliputi (1) nilai moral induvidual, (2) nilai moral sosial, dan (3) nilai moral religius. Berdasarkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktur. Pendekatan struktur adalah pendekatan yang menitik beratkan pada unsur-unsur yang berkaitan dengan karya sastra, selain di luar unsur pembangun karya sastra terdapat nilai-nilai moral.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, karena pendekatan yang digunakan lebih menekankan proses dari pada hasil. Datanya berupa tuturan lisan pada dialog, monolog dan narasi dalam lakon Putri Anjang Sari, kemudian didokumentasikan ke dalam bentuk teks verbal. Sumber data pada penelitin ini di ambil dari video VCD dan merujuk pada  narasumber yang menceritakan yakni dalang. Penyajian data dilakukan dengan berbagai analisis, yang dilakukan  dengan model interaktif yang di dalamnya melibatkan tiga kegiatan reduksi data, sajian data, dan pemeriksaan kesimpulan atau verifikasi.

Hasil temuan pada unsur lakon dapat disimpulkan bahwa (1) alur yang terdapat pada lakon Putri Anjang Sari yakni tahap alur maju, dimana pada saat dalang memulai memperkenalkan tokoh kemudian penanjakan, klimak hingga berahir pada pemecahan masalah atau keputusan, (2) tokoh dan penokohan pada lakon Putri Anjang Sari dapat dibagi menjadi dua yakni tokoh kanan dan tokoh kiri. Tokoh kanan bersifat baik dan tokoh kiri bersifat jahat, (3) latar pada lakon Putri Anjang Sari yakni latar tempat pristiwa, latar waktu yang berhubungan dengan waktu pertunjukan pada VCD dan latar sosial berhubungan dengan suasana (4) tema pada lakon merupakan tema perkembangan dari tema mayor ke tema sentral, jadi tema pada cerita lakon Putri Anjang Sari adalah tema percintaan. Selain itu, diluar unsur struktur pada lakon Putri Anjang Sari terdapat nilai-nilai moral yakni (1) nilai moral induvidu yang ditemukan pada saat pendokumentasikan yakni sikap pemberani, berkorban demi orang lain dan kecakapan seseorang, (2) nilai moral sosial yang ditemukan pada saat pendokumentasian yakni sikap baik, adil dan saling menghormati sesama, dan (3) nilai moral religius yang ditemukan pada saat mendokumentasian lakon Putri Anjang Sari yakni meyakini bahwa tuhan itu ada, bersukur kepada Allah dan taubat.