DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh “Pembentukan Soal” dalam Strategi Daur Belajar 6 Fase terhadap Pemahaman Konseptual dan Pemahaman Algoritmik Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 7 Malang Pada Materi Kesetimbangan Kimia

JULIAN HADI FERRY

Abstrak


Abstrak

Ferry, Julian Hadi. 2015. Pengaruh Pembentukan Soal dalam Strategi Daur Belajar 6 Fase terhadap Pemahaman Konseptual dan Pemahaman Algoritmik Siswa Kelas Xi Mia Sma Negeri 7 Malang Pada Materi Kesetimbangan Kimia. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D., (II) Dr. Siti Marfu’ah M.S.

 

Kata kunci: pemahaman  konseptual, pemahaman algoritmik, daur belajar 6 fase-”pembentukan soal”, kesetimbangan kimia.

 

Kesetimbangan kimia merupakan konsep dasar bagi siswa untuk dapat memahami topik kimia yang lainnya, seperti asam basa dan kelarutan. Kesetimbangan kimia memiliki aspek konsep yang abstrak, konkret, dan algoritmik. Berdasarkan karakteristik tersebut menjadikan kesetimbangan kimia sebagai salah satu materi yang sulit dipahami siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan  pemahaman konseptual dan algoritmik siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang yang dibelajarkan dengan strategi Daur Belajar 6 Fase-”Pembentukan Soal” dan strategi Daur Belajar 6 Fase pada materi kesetimbangan kimia.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan desain posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XIA MIA SMA Negeri 7 Malang Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI MIA 4 sebagai kelas kontrol. Kelas ekperimen dibelajarkan dengan strategi daur belajar 6 fase-”pembentukan soal” dan kelas kontrol dibelajarkan dengan strategi daur belajar 6 fase. Data penelitian diambil dari tes pilihan jamak dengan 13 soal pemahaman konseptual dan 7 soal algoritmik. Data penelitian berupa skor dan dianalisis menggunakan uji statistik komparatif t-test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi daur belajar 6 fase-”pembentukan soal” dan strategi daur belajar 6 fase pada materi kesetimbangan kimia dan; (2) rata-rata nilai pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik siswa kelas eksperimen (73,291 dan 75,397) lebih tinggi daripada siswa kelas kontrol (63,348 dan 64,706) pada materi kesetimbangan kimia. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi daur belajar 6 fase-”pembentukan soal” memberikan hasil yang lebih baik daripada strategi daur belajar 6 fase pada materi kesetimbangan kimia.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan desain posttest only nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XIA MIA SMA Negeri 7 Malang Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI MIA 4 sebagai kelas kontrol. Kelas ekperimen dibelajarkan dengan strategi daur belajar 6 fase-”pembentukan soal” dan kelas kontrol dibelajarkan dengan strategi daur belajar 6 fase. Data penelitian diambil dari tes pilihan jamak dengan 13 soal pemahaman konseptual dan 7 soal algoritmik. Data penelitian berupa skor dan dianalisis menggunakan uji statistik komparatif t-test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi daur belajar 6 fase-”pembentukan soal” dan strategi daur belajar 6 fase pada materi kesetimbangan kimia dan; (2) rata-rata nilai pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik siswa kelas eksperimen (73,291 dan 75,397) lebih tinggi daripada siswa kelas kontrol (63,348 dan 64,706) pada materi kesetimbangan kimia. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi daur belajar 6 fase-”pembentukan soal” memberikan hasil yang lebih baik daripada strategi daur belajar 6 fase pada materi kesetimbangan kimia.