DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS TAHAPAN PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENGAJUKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF

MUSTAFIVA ROSY

Abstrak


ABSTRAK

 

Rosy, Mustafiva. 2015. Analisis Tahapan Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Mengajukan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Abdur Rahman As’ari, M. Pd, M. A., dan (II) Dr. rer. nat. I Made Sulandra, M. Si.

 

Kata Kunci: Tahapan Proses Berpikir Kreatif, Pengajuan Masalah, Gaya kognitif  Reflektif dan Impulsif

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta di lapangan bahwa terdapat guru matematika yang kurang memperhatikan kreatifitas siswa, khususnya kreatifitas siswa berdasarkan gaya kogintif. Padahal berpikir kreatif sangat penting untuk memunculkan ide-ide dalam belajar matematika, misalnya pengajuan masalah. Dalam suatu kelas juga terdapat keragaman gaya kognitif siswa, salah satunya adalah siswa dengan gaya kognitif reflektif dan siswa dengan gaya kognitif impulsif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses berpikir kreatif siswa dalam mengajukan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif.

Penelitian ini dilakukan di kelas VII B SMP Negeri 1 Bululawang dengan 4 siswa sebagai subjeknya, yaitu 2 siswa bergaya kognitif reflektif dan 2 siswa bergaya kognitif impulsif. Keempat subjek tersebut diperoleh dari kelas VII B setelah dilakukan tes MFFT (Matching Familiar Figure Test) yang dirancang oleh Warli (2010) yang sudah teruji validitas dan reliabelitasnya. Hasil pengajuan masalah dari keempat subjek selanjutnya dianalisis berdasarkan empat tahapan berpikir kreatif  Wallas.

Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa proses berpikir kreatif siswa bergaya kognitif reflektif dan impulsif berbeda. Siswa bergaya kognitif reflektif lebih teliti/cermat dalam meengajukan masalah. Siswa bergaya kognitif reflektif melakukan keempat tahap proses berpikir kreatif yang disampaikan Wallas, yaitu persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Sedangkan siswa bergaya kognitif impulsif kurang teliti dalam mengajukan masalah yang diberikan. Mereka cenderung ingin cepat selesai dalam mengerjakannya, sehingga mengakibatkan banyak kesalahan pada hasil pekerjaannya.  Siswa bergaya kognitif impulsif hanya melakukan tiga tahap proses berpikir kreatif yang disampaikan Wallas, yaitu persiapan, inkubasi, dan iluminasi. Siswa bergaya kognitif impulsif cenderung yakin pada hasil pekerjaannya, sehingga merasa tidak perlu melakukan pemeriksaan kembali hasil pekerjaannya