DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Animasi Pembelajaran Bahasa Arab Kemahiran Menyimak untuk anak di TPI Miftahul Huda Malang

dian hotimah

Abstrak


Bahasa Arab adalah bahasa yang sudah sejak lama dikenal bangsa Indonesia dan menjadi
media ekspresi budaya di berbagai suku. Terdapat banyak fasilitas media pembelajaran yang
ditawarkan dan sangat mudah untuk didapatkan dengan bantuan akses internet yang praktis. Di
masa kini masyarakat sudah hidup berdampingan dengan media internet yang menyediakan
beragam informasi yang diinginkan. Namun tingkat keminatan untuk belajar siswa masih tetap
minim terutama pada pendidikan bahasa Arab. 
Diungkapkan NAEYC (National Association Education Young Children) dalam Prima
Suci bahwa anak usia dini merupakan sosok individu pada rentang usia 0-8 tahun yang sedang
menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya.
Pemberian stimulasi pendidikan pada saat itu merupakan hal yang penting. Hal ini dikarenakan
pada masa anak usia dinilah 80% pertumbuhan otak berkembang. Untuk 20% pertumbuhan berada
pada sisa masa hidupnya.  Usia siswa di SD/MI berkisar antara 7-12 tahun. Pada tingkat ini
diwajibkan bagi seluruh warga Indonesia untuk mengikuti pembelajaran di SD/MI. Dengan
ketentuan dan pernyataan diatas, pada tahun pertama dan kedua lah, sisa waktu yang menentukan
dalam pembelajaran.
Tujuan peneliti adalah mendeskripsikan (1) produk pengembangan media animasi
pembelajaran Bahasa Arab untuk anak, (2) kelayakan media animasi pembelajaran Bahasa Arab
untuk anak, (3) model penggunaan produk pengembangan media animasi untuk anak.
Peneliti menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Pemerolehan data dalam
penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil angket
untuk ahli media, ahli materi, dan subjek peneliti. Sedangkan data kualitatif didapat dari
wawancara guru bidang Bahasa Arab.
Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada model
pengembangan Research and Development (R&D) yang sudah di modifikasi oleh Sugiyono dam
dimodifikasi kembali oleh peneliti. Hal ini dikarenakan langkah dari model pengembangan ini
cukup sederhana, mudah dilakukan dan untuk mempersingkat waktu penelitian, maka peneliti
menyederhanakan model Research and Development Sugiyono menjadi beberapa langkah sebagai
berikut: (1) potensi masalah, (2) desain produk, (3) pengumpulan materi, (4) produk awal, (5) uji
ahli, (6) revisi produk.