DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Ekosistem dan Pencemaran Lingkungan Berbasis Inkuiri Serta Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis, Pemahaman Konsep, dan Sikap Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Malang.

DODY KURNIAWAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawan, Dody. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Ekosistem dan Pencemaran Lingkungan Berbasis Inkuiri Serta Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis, Pemahaman Konsep, dan Sikap Siswa  Kelas X SMA Negeri 3 Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati, M. S., (II) Dr. Fathur Rohman, M. Si.

 

Kata kunci: pengembangan perangkat pembelajaran, ekosistem dan pencemaran lingkungan, inkuiri, kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, sikap.

 

Materi ekosistem dan pencemaran lingkungan merupakan salah satu materi dasar dari biologi. Materi yang berkaitan dengan lingkungan ini merupakan salah satu isu penting yang sedang banyak dibicarakan masyarakat sekarang ini. Oleh karena itu, perlu ditanamkan kembali kesadaran akan peran lingkungan bagi masyarakat melalui kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis terhadap lingkungan serta permasalahan yang terkait lingkungan, serta dapat meningkatkan sikap cinta dan peduli terhadap lingkungan.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendesain perangkat pembelajaran ekosistem dan pencemaran lingkungan berbasis inkuiri yang valid untuk siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang, (2) mengetahui pengaruh penggunaan perangkat pembelajaran ekosistem dan pencemaran lingkungan berbasis inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, serta sikap siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang.

Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahap, pertama pembuatan perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, handout, LKS, dan instrumen penilaian, kedua adalah quasi eksperimen yaitu 2 kelompok sampel diberi perlakuan yang berbeda yang dilihat pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, serta sikap siswa. Perangkat pembelajaran yang disusun mengadaptasi model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Tahapan tersebut meliputi Tahap define (pendefinisian) meliputi analisis ujung depan (front-end analysis), analisis siswa (learner analysis), analisis tugas (task analysis), analisis konsep (concept analysis), dan perumusan tujuan pembelajaran (specifying instructional objectives). Tahap design (perancangan) meliputi penyusunan tes acuan patokan (Constructing Criterion-Referenced Test), pemilihan media (Media Selection), pemilihan format (Format Selection), perancangan awal (Initial Design). Tahap develop (pengembangan) meliputi validasi ahli (expert appraisal) oleh pakar, dan uji pengembangan (development testing) yang diikuti dengan revisi terhadap prototipe perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Tahap disseminate (penyebaran) yaitu tahap penilaian sumatif (summative evaluation) dalam hal ini quasi eksperimen.

Pada penelitian pengembangan perangkat pembelajaran ini, uji coba produk dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu uji validasi ahli (expert appraisal), penyajian data uji pengembangan (development testing) dan penyajian data uji penilaian sumatif (summative evaluation). Analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif

Pada penelitian quasi eksperimen menggunakan variabel bebas yaitu perangkat pembelajaran berbasis inkuiri, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan sikap siswa. Rancangan penelitian yang dipilih adalah rancangan eksperimen semu (quasi) non equivalent control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, tes pilihan ganda untuk mengukur pemahaman konsep, dan angket untuk mengukur sikap.  Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis kovarian (anakova), dimana hasil pre tes sebagai kovariat, kemudian diuji lanjut dengan mengunakan uji beda Least Significances Different (LSD). Analisis statistik dibantu program analisis SPSS 16 for Windows.

Hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran meliputi: Uji validasi ahli (expert appraisal) menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori baik dan valid. Uji pengembangan (development testing) menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori baik. Uji kuantitatif (quantitative testing) menunjukkan bahwa handout dan LKS yang dikembangkan secara berkategori baik. Analisis butir soal pada tes pemahaman konsep diketahui bahwa soal valid dan tidak perlu direvisi dan memiliki koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,886 (>0,65) sehingga dikatakan reliabel.

Hasil penelitian quasi eksperimen meliputi hasil pretes dan postes tes kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep dan sikap. Berdasarkan hasil uji one normalitas Kolmorogov – Smirnov menunjukkan bahwa semua kelompok data terdistribusi normal. Berdasarkan angka signifikansi Levene’s Test variabel kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan sikap pada kelompok kelas eksperimen dengan kelas kontrol adalah homogen. Uji hipotesis menunjukkan: (1) Pembelajaran berbasis inkuiri secara signifikan memberikan pengaruh lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, (2) Pembelajaran berbasis inkuiri secara signifikan memberikan pengaruh lebih baik dalam meningkatkan pemahaman konsep dibanding pembelajaran dengan metode konvensional, (3) Pembelajaran berbasis inkuiri secara signifikan memberikan pengaruh lebih baik dalam meningkatkan sikap dibanding pembelajaran dengan metode konvensional.

Berdasarkan hasil penelitian saran pemanfaatan yaitu bagi guru yang ingin melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan perangkat pembelajaran hendaknya memperhatikan, mempelajari dengan baik komponen perangkat pembelajarannya, serta memahami materi yang akan diajarkan serta kompetensi yang ingin dicapai. Saran pengembangan produk lebih lanjut yaitu penelitian dilaksanakan sampai pada tahap pengemasan akhir (final packaging), penyebaran dan pengadopsian (diffusion and adoption) yang sesuai dengan prosedur pengembangan model 4D Thiagarajan, et al.