DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Expert Model Concept dalam Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar dan Prestasi Akademik Siswa Kelas V SDN Sogaten Madiun.

FIDRAYANI Fidrayani

Abstrak


ABSTRAK

 

Fidrayani. 2015. Penerapan Expert Model Concept dalam Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar dan Prestasi Akademik Siswa Kelas V SDN Sogaten Madiun. Disertasi (tidak dipublikasikan), Program Studi Psikologi Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Marthen Pali, M. Psi, (II) Dr. Dany M. Handarini, MA, (III) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, MA.

 

Kata kunci: expert model concept, tanggung jawab belajar, sekolah dasar

 

Tanggung jawab belajar diperlukan oleh siswa karena mereka sendiri yang akan menjalani pembelajarannya hingga jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan dan studi pendahuluan ditemukan masih kurangnya tanggung jawab belajar siswa sehingga prestasi belajarnya juga kurang. Rendahnya tanggung jawab belajar ditandai dengan ketidak pedulian terhadap tugas, tidak menyerahkan tugas tepat waktu, kurang aktif dalam kegiatan belajar, bahkan hingga tidak peduli terhadap instruksi-instruksi yang diberikan oleh guru.

Untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa diperlukan model pembelajaran yang efektif dan efisien. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menumbuhkan tanggung jawab belajar siswa di SD adalah  Expert Model Concept (EMC). Model ini direfleksikan dalam pelajaran Bahasa Indonesia melalui kegiatan membaca dengan membentuk pemahaman literasi pada anak dengan memilih bahan bacaan yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan memahami bacaan pada anak usia SD. Model pembelajaran EMC terdiri atas empat tahapan yang terdiri atas (1) immersion, (2) attention, (3) practical, dan (4) integration.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data penelitian ini adalah siswa dalam proses meningkatkan tanggung jawab belajar dengan EMC. Data penelitian ini berupa data proses dan data hasil tindakan yang diperoleh dari hasil pengamatan. Instrumen utama penelitian ini adalah instrumen yang telah dikembangkan oleh peneliti dan melalui proses uji ahli berupa rambu-rambu pengamatan, pedoman wawancara, dan lembaran tes. Analisis data dilakukan berdasarkan analisis data model mengalir yang meliputi (1) mereduksi data melalui kegiatan seleksi, fokus pada data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan, mulai dari awal pengumpulan data sampai penyusunan laporan penelitian, (2) menyajikan data hasil reduksi dengan mengorganisasikan data yang dievaluasi, (3) menyimpulkan data sebagai temuan penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memahami bacaan pada siswa meningkat setelah dilakukan tindakan pembelajaran dari siklus 1 sampai siklus 3. Hasil pengamatan peningkatan tanggung jawab belajar siswa pada siklus 1 kategori baik hanya sedikit siswa, sebagian besar kategori sedang, dan sebagian kecil kategori kurang. Pada siklus 2, terjadi perubahan yang cukup signifikan yaitu sebagian besar siswa mencapai kategori baik dan sebagian kecil kategori sedang, tidak ditemukan lagi siswa pada kategori kurang. Peningkatan yang dialami signifikan karena siswa mulai menyadari tanggung jawab mereka dalam kegiatan belajar dan mulai terbiasa menerapkan model pembelajaran, di samping perbaikan terhadap siklus 1 yang dianggap masih kurang. Pada siklus 3, hampir sebagian besar siswa mencapai kategori baik dan hanya sedikit yang berada pada kategori sedang. Peningkatan tersebut sudah memenuhi target yang telah ditetapkan oleh peneliti dimana tidak ada lagi siswa yang berada pada kategori kurang dan lebih banyak siswa pada kategori baik. Disarankan untuk tetap dilakukan pada tahapan sekolah dasar sebagai salah satu bentuk sumbangan pengetahuan dalam mewujudkan pendidikan dasar yang lebih baik.