DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Metode Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Trigonometri Siswa Kelas X.D SMAN 1 Srengat

Prima Nanda Juliantini

Abstrak


ABSTRAK

 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti kepada guru pengajar matematika di SMAN 1 Srengat diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa masih rendah. Metode pembelajaran matematika yang dilakukan oleh guru kurang bervariasi. Metode ekspositori atau ceramah masih menjadi pilihan utama dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran matematika di dalam kelas yang mengakibatkan siswa cenderung pasif. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode penemuan terbimbing.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X.D di SMA Negeri 1 Srengat pada materi trigonometri dan mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing pada materi trigonometri yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi trigonometri. Langkah-langkah penerapan metode penemuan terbimbing terdiri dari lima tahapan, yaitu: 1) pemberian masalah, peneliti meminta siswa berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan trigonometri yang diberikan; 2) menganalisis data, siswa menganalisis data yang diberikan oleh peneliti; 3) menyusun konjektur, siswa menyusun konjektur dari hasil analisis yang dilakukannya; 4) mempresentasikan, peneliti meminta perwakilan dari salah satu kelompok untuk menuliskan dan membacakan jawaban kelompoknya, dan siswa atau kelompok yang lain menanggapi hasil pekerjaan tersebut; dan 5) tahap mengevaluasi, peneliti membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari. Tahap-tahap metode penemuan terbimbing ini dapat dilihat dengan bantuan LKS yang diberikan oleh peneliti.

Kriteria keberhasilan yang telah peneliti pada penelitian ini tercapai pada siklus II, yaitu persentase jumlah siswa yang mendapatkan minimal skor 75 pada tes akhir siklus meningkat dari 60,53% menjadi 94,73%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa semakin baik. Selain itu, hasil analisis aktivitas siswa meningkat dari 3,72 (skala 4) menjadi 3,85 (skala 4) atau berada dalam kategori baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam berdiskusi dan menyelesaikan masalah selama proses pembelajaran di kelas semakin baik.