DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Animasi Pembelajaran Bahasa Arab Kemahiran Menyimak Untuk Anak di TPI Miftahul Huda Malang

Dian Hotimah

Abstrak


ABSTRAK

 

Mengajar dapat diartikan sebagai sikap seorang guru dalam menyampaikan materi terhadap siswa dalam proses belajar. Belajar adalah terdapatnya perubahan setelah adanya pengalaman.Akan tetapi pembelajaran ini harus sesuai dengan ketentuan pemerintah yanh menyatakan bahwa proses pembelajaran pada suatu pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologi peserta didik (Sanjaya,2006:131).

Dari ungkapan ini, dapat di simpulkan bahwa pendidikan atau pembelajaran peserta didik bukan hanya berfokus pada tersampainya pengetahuan yang diberikan, akan tetapi dapat pula merangsang siswa untuk belajar, memberi motivasi pada siswa untuk mau mencoba dan melakukan sesuatu, dan menyenangkan. Menurut Sanjaya, proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi peserta didik dan hanya mungkin dapat berkembang jika peserta didik terbebas dari rasa takut, dan menegangkan. Oleh karena itu pembelajaran harus dikemas secara apik dan menarik agar potensi peserta didik berkembang secara optimal.

Dari penelitian pengembangan yang telah dilakukan Nisful Laily dalam skripsinya, proses belajar menjadi meningkat dengan menggunakan media pembelajaran. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman,2002:6). Rangkaian ini adalah bagian dari adanya pembelajaan. Untuk dapat memahami peranan media dalam proses pembelajaran bagi peserta didik, Edgar Dale menggambarkannya dalam sebuah kerucut yang kemudian dinamakan kerucut pengalaman (corn of experience). Dalam kerucut pengalaman tersebut Edgar Dale memberi gambaran bahwa pembelajaran atau dapat dikatakan pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik dapat melalui proses perbuatan atau mengalami sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati dan mendengarkan melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa. Semakin konkret peserta didik mempelajari bahan pengajaran, maka semakin banyak pengalaman yang diperoleh peserta didik.