DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Pemecahan Masalah Terbuka Untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa

I Ketut Suastika

Abstrak


ABSTRAK

 

Suastika, I Ketut. 2015. Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Pemecahan Masalah Terbuka untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa. Disertasi, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Ipung Yuwono, M.S., M.Sc., (II) Dr. rer.nat. I Made Sulandra, M.Si., (III) Dr. Hery Susanto, M.Si.

 

 Kata Kunci: Pengembangan, Model Pembelajaran, Pemecahan Masalah Terbuka, Kreativitas

 

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran matematika pemecahan masalah terbuka (Model PMT) yang valid, praktis, dan efektif dalam  mengembangkan kreativitas siswa. Tahapan pengembangan yang digunakan mengikuti tahapan pengembangan yang dikemukakan Plomp (2007). Komponen-komponen model pembelajaran yang dirancang merujuk pada komponen model dari Joice dan Weil (2009). Model yang dikembangkan dimuat dalam Buku Model. Sedangkan untuk pengimplementasian model PMT dikembangkan pula sistem pendukung yang terdiri dari RPP, Buku Guru, dan Buku Siswa.

Kualitas produk yang dikembangkan (Buku Model, RPP, Buku Guru, dan Buku Siswa) dinilai berdasarkan penilaian pengembangan produk dari Neeven (2007), yaitu kevalidan oleh tiga validator, kepraktisan dan keefektifan dari uji coba lapangan dengan tiga observer. Untuk mendapatkan prototipe yang valid, terjadi beberapa kali revisi. Untuk uji coba lapangan dilakukan sebanyak tiga kali oleh seorang guru yang mengajar di tiga kelas pada kelas VIII.

Uji coba I menunjukkan kriteria kepraktisan dan keefektifan belum tercapai karena secara klasikal aktivitas siswa kurang aktif, dan kreativitas siswa rendah. Akibatnya, peneliti merevisi produk dengan menambahkan informasi yang lebih rinci, yaitu aktivitas refleksi pada aktivitas guru dan aktivitas siswa. Pada uji coba II, kriteria kepraktisan sudah terpenuhi, yaitu: (1) keterlaksanaan pembelajaran (tinggi), (2) aktivitas siswa (aktif), dan (3) respon siswa (positif). Tetapi kriteria keefektifan belum terpenuhi, karena persentase siswa yang masuk kategori tinggi belum memenuhi syarat. Pada uji coba III, kriteria kepraktisan sudah terpenuhi. Kriteria keefektifan juga sudah terpenuhi, yaitu: (1) hasil belajar siswa secara klasikal sudah memenuhi syarat, dan (2) kreativitas siswa secara klasikal masuk kategori tinggi, serta persentase siswa yang kreativitasnya tinggi juga memenuhi syarat. Ini berarti, tidak perlu lagi dilakukan uji coba selanjutnya.

Rekomendasi penelitian ini, antara lain: (1) penerapan model PMT oleh guru matematika dalam rangka mengembangkan kreativitas siswa, diharapkan guru tidak langsung menjawab pertanyaan siswa tetapi mengajukan pertanyaan-pertanyaan balikan yang mengarahkan siswa kepada masalah yang diajukannya, (2) dalam penelitian ini peneliti tidak mengembangkan instrumen secara khusus untuk komponen sistem sosial dan prinsip reaksi,  untuk itu, bagi peminat yang berminat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai model ini, perlu dikembangkan instrumen untuk komponen sistem sosial dan instrumen prinsip reaksi sehingga mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kedua komponen tersebut.