DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

penggunaan bahasa Indonesia lisan dalam pembelajaran kelas rangkap di SDN Wonorejo 04 Singosari Malang

erwin wahyu winarti wahyu winarti

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahyu Winarti, Erwin. 2016. Penggunaan Bahasa Indonesia Lisan dalam Pembelajaran Kelas Rangkapdi SDN Wonorejo 04 Singosari Malang. Studi kasus pada guru dan murid kelas 2-6 di SDN Wonorejo 04 Pusung Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi Bahasa Indonesia. Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Suyono, MPd, (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, MPd.

 

Kata Kunci : Pembelajaran Kelas Rangkap, Bahasa Indonesia Lisan.

 

Pembelajaran kelas rangkap di Indonesia masih banyak kita jumpai terutama di luar pulau Jawa. Keterbatasan sarana dan prasarana, pengajar, jumlah rombel serta akses jalan menuju wilayah yang tertinggal, sangat potensi menghambat penerapan Delapan Standar Nasional Pendidikan yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia dalam PP Nomor 19/2005. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan tentang penggunaan bahasa Indonesia lisan di SDN Wonorejo 04 Pusung Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah  (1) mengaji penggunaa nbahasa Indonesia lisan guru dalam menyampaikan materi ajar, (2) mengaj ipenggunaan bahasa Indonesia lisan guru dalam memberi dorongan kepada siswa, (3) mengaji penggunaan bahasa Indonesia lisan, dalam interaksi siswa–guru, (4) mengaji penggunaa nbahasa Indonesia lisan guru saat bertanya kepada siswa, (5) mengaji penggunaan bahasa Indonesia lisan siswa saat menjawab pertanyaan guru, dan (6) mengaji penggunaan bahasa Indonesia lisan, dalam interaksi siswa-siswa.   

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini peneliti yang menetapkan lokasi penelitian, memilih informan, menetapkan sumber data, melakukan pengumpulan data, menyeleksi data, menganalisis data, menyimpulkan data sekaligus melaporkan data yang diperoleh. Data penelitian yang digunakan adalah ujaran yang diucapkan guru dan siswa dalam kegiatan  pembelajaran didalampembelajaran dalam lingkup sekolah. Pengumpulan data melalui observasi, peneliti menggunakan kamera digital untuk merekam data berupa video, rekaman ponsel, pedoman wawancara, lembar pengamatan, dan catatan lapangan. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data, data, teori dan metodologi untuk mengecek keabsahan data.

Teori yang digunakan adalah teori tujuan berbicara yang merupakan hasil pemikiran yang dipaparkan oleh Oaks dan Winkler dan digabungkan dengan pemikiran Keraf, yakni (1) melaporkan, (2) menghibur, (3) memberitahukan, (4) membujuk, (5) mendesak, (6) mengajak, dan (7)  meyakinkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara teori dan  fakta di lapangan. Merujuk teori yang digunakan ternyata ada dua jenis tujuan berbicara yang tidak muncul selama penelitian berlangsung yakni (1) melaporkan) dan (2) menghibur. Teori yang sama ditemukan 5 jenis tujuan berbicara yakni: (1) memberitahukan, (2) membujuk, (3) mendesak, (4) mengajak, dan (5)  meyakinkan Adapun temuan di lapangan yang diperoleh adalah (1) memperjelas, (2) menunjukkan, (3) meminta, (4) menalar, (5) mengingat, (6) menggali, (7) mengaitkan, (8) membenarkan, (9) melarang, (10) menyalahkan, (11) menglarifikasi, dan (12) memuji.