DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

INTERFERENSI BAHASA NIAS DALAM BAHASA INDONESIA PADA KARANGAN SISWA SMP GUNUNGSITOLI

SRI RAHAYU

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahayu,Sri.2015. Interferensi Morfogis Bahasa Nias dalam Karangan Siswa SMP Gunungsitoli.Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I)  Dr. Widodo HS, M.Pd., (II) Dr. Sunaryo HS, SH M.Hum.

 

Kata Kunci:  interferensi morfologis, bahasa Nias, danbahasa Indonesia tulis

 

Masyarakat Nias adalah masyarakat dwibahasawan yang menggunakan bahasa Nias (BN) sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia (BI) sebagai bahasa kedua. Dalam mempelajari B2, pembelajar sering mengalami hambatan yang disebabkan oleh BI yang dikuasai sebelumnya. Gejala tersebut mengakibatkan terjadinya interferensi.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis-jenis interferensi morfologis bahasa Nias yang terdapat pada bahasa Indonesia tulis siswa SMP N 4 Gunungsitoli, (2) distribusi interferensi morfologis yang terdapat pada bahasa Indonesia tulis siswa SMP N 4 Gunungsitoli, dan (3) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya interferensi morfologis bahasa Nias dalam bahasa Indonesia tulis siswa SMP N 4 Gunungsitoli.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif, yaitu sasaran penelitian dideskripsikan secara faktual dan alamiah. Data yang dikumpulkan dideskripsikan dengan menggunakan kata-kata dan tidak menggunakan angka-angka. Penelitian ini meneliti tentang interferensi morfologis bahasa Nias terhadap bahasa Indonesia tulis siswa, distribusi interferensi morfologis bahasa Nias terhapap bahasa Indonesia tulis siswa. Data penelitian ini berupa kata dalam karangan siswa yang berisi data interferensi afiksasi dan data interferensi reduplikasi. Sumber data dalam  penelitian ini adalah bahasa Indonesia tulis siswa yang diwujudkan dalam karangan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi dokumentasi, angket, dan wawancara. Tujuan angket dan wawancara diberikan kepada peserta didik untuk menjaring data tentang         faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi BN terhadap BI tulis siswa kelas VII SMP N 4 Gunungsitoli. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A dan VII-B SMP N 4 Gunungsitoli.

Temuan dalam peneltian ini adalah (1) jenis interferensi BN terhadap BI tulis siswa adalah interferensi morfologis siswa, yaitu interferensi morfologi yang terdapat pada afiksasi meliputi prefiks man-, prefiks mo-, prefiks la-, prefiks te-, prefiks fa-, prefiks me-, prefiks da-,prefiks i-, sufiks –i, prefiks ma-, dan prefiks men-. Interferensi reduplikasi melipi konstruksi reduplikasi penuh, dan reduplikasi dengan afiksasi, (2) distribusi interferensi morfologis meliputi meliputi prefiks man-, prefiks mo-, prefiks la-, prefiks te-, prefiks fa-, prefiks me-, prefiks da-, prefiks i-, sufiks –i, prefiks ma-, dan prefiks men-, dan (3) faktor linguistik dan faktor non linguistik (faktor sosiolinguistik, situasi pembelajaran BI dan faktor sosial).

Kesimpulan dari penelitian  ini yakni, (1) adanya kemiripan dan persamaan arti BI dan BN tetapi bentuk konstruksinya berbeda Adapun konstruksi BI_A tersebut adalah sebagai berikut: (1) prefiks man-, (2) prefiks mo-, (3) prefiks la-, (4) prefiks te-, (5) prefiks fa-, (6) prefiks me-, (7) prefiks da-, (8) prefiks i-, (9) sufiks-i, (10) prefiks ma-, (11) prefiks men-, (12) interferensi reduplikasi penuh, seperti foto-foto dan nunggu-nunggu. Interferensi  reduplikasi dengan afiksasi seperti segar-segaran dan kemerah-merahan, (2) adanya kemiripan dan persamaan arti  bentuk BI dengan distribusi arti dalam BN dan BI, tetapi bentuk dan distribusi artinya berbeda. Interferensi tersebut terjadi karena siswa menggunakan  bentuk BI dengan distribusi arti BM, dan (3) adanya faktor linguistik dan faktor nonlinguistik yang menyebabkan terjadinya interferensi ( faktor sosiolinguistik, situasi pembelajaran BI dan faktor sosial).

Peneliti memberikan saran kepada lembaga terkait. Pertama, kepada pihak Dinas Pendidikan Nasional (DIKNAS) kota Gunungsitoli agar lebih memperhatikan pelaksanaan pembelajaran BI. Perhatian tersebut berupa pemberian bantuan tenaga profesional, dana, sarana, dan prasarana. Kedua, kepala sekolah, guru, dan staf SMP N 4 Gunungsitoli, hendaknya menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dalam kaitan penggunaan BI. Selain itu, para guru hendaknya meningkatkan frekuensi penggunaan BI yang baik dan benar dalam pembelajaran BI. Hal tersebut dilaksanakan agar tidak terjadi interferensi BN terhadap BI tulis siswa.

 

ABSTRACT

 

Rahayu, Sri. 2015.Morphological interference of Nias language in Essary made by Students of SMPN Gunungsitoli.Thesis. Indonesian Education Studies Program, Graduate Program, State University of Malang, Supervisor: (I)  Dr. Widodo, M.Pd., (II) Dr. Sunaryo, M.Pd.

 

Key words: Morphological interference, Nias language , Indonesian and write

 

Nias community is a bilingual society that uses Nias language (BN) as the first language and Indonesian (BI) as the second language. In studying B2, learners often have problems caused by BI mastered previously. These symptoms result in interference.

This study aims to describe (1) the types of morphological interference of Nias language contained in written Indonesian students of SMP N 4 Gunungsitoli, (2) the distribution of morphological interference contained in written Indonesian students of SMP N 4 Gunungsitoli, and (3) factors that cause morphological interference of Nias language in the written Indonesian students of SMP N 4 Gunungsitoli.

This study used a qualitative descriptive design, namely the target of research is described in a factual and natural means. The data collected is described using words and do not use numbers. This study examines the morphological interference of Nias language to written Indonesian students, the distribution of morphological interference of Nias language to written Indonesian students . This research data in the form of words in the essay made by students that contains data of interference affixation and reduplication data of interference. Source of data in this study is written Indonesian students manifested in student essays, questionnaires, and interviews. The purpose of the questionnaire and the interview given to learners are to collect data about the factors that cause interference of BN against written BI students of grade VII SMP N 4 Gunungsitoli. The subjects were students of grade VII-A and VII-B SMP N 4 Gunungsitoli.

The findings in this research are (1) the type of interference of BN to written BI students is the student morphological interference, namely morphological interference contained in affixation covering prefixes of man, prefix of mo- prefix of la-, prefix of te-, , prefix of fa-, prefix of me-, prefix of da-, , prefix of i -, suffix of -i, prefix of ma-, and prefix of men-, , . Interference of reduplication includes full reduplication construction , and reduplication by affixation, (2) the distribution of morphological interference include covering prefix of man-, orefix of mo- , prefix of la-, prefix of te- , prefix of te- , prefix of fa- , prefix of me- prefix of da-, prefix of i -, suffix of -i, prefix of ma-, and prefix of men- , and (3) the factors of linguistic and non-linguistic factors (factor of sociolinguistics, BI learning situation and social factors).

Conclusion from this research are, (1) the presence of similarities and commonality in the definition of BI and BB but the form of construction are different. Meanwhile, the construction of BI-A are as such: (1) Prefix man- + I, (2)  prefix mo- , (3) prefix la-, (4) prefix te, (5) prefix fa- +, (6) prefix me-, (7) prefix da-, (8) prefix i- , (9) sufix  –i, (10) prefiks ma-, (11) prefix men-, (12) Full reduplication interference, such as photographs and nunggu-nunggu. Interference of reduplication with affixation such a segar-segaran and reddish, (2) The presence of similarities and commonality in the meaning forms of BI with the distribution of the BN and BI, but the shape and distribution are different in meaning. The interference occurs because students use BI with the distribution in the meaning of BM and (3) the factors of linguistic and nonlinguistic factors that cause the presence of interference (factor of sociolinguistic, BI learning situation and social factors).

The researcher would like to give suggestion to the associated institution. First, to the Department of National Education (Diknas) of Gunungsitoli City to pay more attention in the implementation of learning BI. The concern is in nature of provision of professional help, funds, facilities, and infrastructure. Second, principals, teachers, and staff of SMP N 4 Gunungsitoli, should create a more conducive environment in terms of the use of BI. In addition, teachers should aim to increase the frequency of the use of BI that are good and correct in teaching BI. This is done in order to avoid interference BN to written BI students.