DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Strategi Blended Learning terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah Pendidikan Islam pada Mahasiswa yang Memiliki Locus of Control Berbeda

SIHABUDIN . SIHABUDIN

Abstrak


ABSTRAK

 

Sihabudin. 2015. Pengaruh Strategi Blended Learning terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Sejarah Pendidikan Islam pada Mahasiswa yang Memiliki Locus of Control Berbeda. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd., 2) Prof. Dr. Punadji Setyosari, M.Ed, 3) Dr. Waras Kamdi, M.Pd.

 

Kata Kunci: strategi pembelajaran blended learning, locus of control, perolehan hasil belajar.

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji: (1) perbedaan perolehan hasil belajar (mengingat dan memahami konsep dan fakta) mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran blended learning  dan strategi pembelajaran face to face (tatap muka secara langsung), (2) perbedaan hasil belajar (mengingat dan memahami konsep dan fakta) mahasiswa yang memiliki internal locus of control dan mahasiswa yang memiliki external locus of control, (3) interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran blended learning dan face to face dengan locus of control terhadap hasil belajar (mengingat dan memahami konsep dan fakta) mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam.

Penelitian ini menggunakan metode a factorial (2x2) version of non equivalent control group design dengan mengambil tempat penelitian di UIN Sunan Ampel Surabaya yang dilaksanakan pada semester ganjil 2015/2016. Subjek penelitian sebanyak 124 orang pada semester 3 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Program Studi Pendidikan Guru MI (PGMI) yang tersebar dari 4 rombongan belajar (rombel) yang terbagi dalam 2 kelompok kelas eksperimen dan 2 kelompok kelas kontrol. Penetapan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan teknik acak. Instrumen pengumpulan data menggunakan teknik angket dan tes. Subjek yang dianalisis berjumlah 84 pebelajar berdasarkan pada 33% kelompok internal locus of control dan 33% external locus of control, dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) 2 x 2.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) Perolehan hasil belajar (mengingat dan memahami konsep dan fakta) mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam antara kelompok mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi  pembelajaran blended learning (face to face, online dan offline) dan strategi pembelajaran face to face (tatap muka secara langsung) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai Fhitung = 98,880 dengan nilai probabilitas (p) = 0,000.  2) Perolehan hasil belajar (mengingat dan memahami konsep dan fakta)  mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam antara kelompok mahasiswa yang memiliki internal locus of control dan kelompok mahasiswa yang memiliki external locus of control menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung = 36,950 dengan nilai probabilitas (p) = 0,000, 3) Tidak terdapat pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran blended learning  (Face to face, online dan offline), strategi pembelajaran face to face (tatap muka secara langsung), dan locus of control terhadap hasil belajar (mengingat dan memahami konsep dan fakta) Sejarah Pendidikan Islam, yang dibuktikan dengan perolehan nilai Fhitung = 2,955 dengan nilai probabilitas (p) = 0,089.

Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat beberapa catatan penting yang direkomendasikan kepada dosen selaku perencana maupun pelaksana pembelajaran, bahwa dalam penerapan strategi blended learning tidak harus mempertimbangkan locus of control karena antara keduanya tidak terdapat pengaruh interaksi terhadap perolehan hasil belajar. Namun, secara terpisah locus of control merupakan variabel kondisi yang harus dipertimbangkan karena memiliki pengaruh yang signifikan secara mandiri terhadap perolehan hasil belajar.