DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Problem Solving Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir dan Aktivitas Belajar Siswa.

Indria Kristiawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kristiawan, Indria. 2015. Penerapan Pembelajaran Problem Solving Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir dan Aktivitas Belajar Siswa. Tesis, Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Anselmus.J. E Toenlioe, M.Pd., (II) Dr. Sulthoni, M.Pd.

 

Kata Kunci: problem solving, keterampilan berfikir, aktivitas belajar

 

Problem solving merupakan model pembelajaran dengan melatih siswa menghadapi masalah baik masalah pribadi ataupun masalah kelompok untuk dapat dipecahkan sendiri atau bersama-sama. Penelitian ini dilaksanakan untuk memperbaiki kualitas belajar siswa dalam cara berfikir dan aktivitas belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berfikir dan aktifitas belajar  siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Jabung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data melalui observasi, catatan lapangan, lembar kerjasiswa, lembar observasi kemampuan berfikir, dan lembar observasi aktivitas siswa.

Berdasarkan paparan data prosentase kemampuan berfikir secara klasikal dari setiap pertemuan dapat dijabarkan bahwa siklus I pertemuan ke- 1 diperoleh 59% dan pertemuan ke- 2 diperoleh 68% terjadi peningkatan sebesar  9%;    dalam kemampuan berpikir siswa khususnya pada indikator penyajian masalah, dan penyelesaian masalah. Siklus  II secara keseluruhan kemampuan berfikir kritis dalam aspek pengkajian,  intepretasi, penyelesaian dan pengambilan keputusan diperoleh 71 % meningkat  3% dari siklus I.  Aktivitas siswa dalam pembelajara memnggunakan model problem solving dapat membuat siswa lebih aktif dan kritis dalam hal memperhatikan, menjawab pertanyaan, bekerjasama, mempresentasikan jawaban, merespon jawaban siswa lainnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan  bahwa  model  pembelajaran problem  solving dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan aktivitas belajar siswa.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diajukan beberapa saran yaitu: (1) bagi peneliti selanjutnya model problem solving  dapat digunakan untuk mengetahui variabel lain misalnya motivasi berprestasi dan hasil belajar; (2) model pembelajaran problem solving selain dapat digunakan pada mata pelajaran PKn bisa diterapkan pada mata pelajaran lain misalnya mata pelajaran matematika, IPS, dan biologi.