DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Menggunakan Mind Map Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Program IPA MAN Denanyar Jombang.

ari dwianto

Abstrak


ABSTRAK

 

Dwianto, Ari. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

 

Menggunakan Mind Map  Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Program IPA MAN Denanyar Jombang. Tesis, Jurusan Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dedi Kuswandi, M. Pd, (II) Dr. Anselmus. J. E. Toenlioe, M. Pd.

 

Kata kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing, mind map, hasil belajar. 

 

Model pembelajaran memiliki peranan penting dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, terutama dalam menentukan kesuksesan proses belajar mengajar di kelas X IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara model pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan mind map dan model pembelajaran inkuiri terbimbing tanpa menggunakan mind map terhadap hasil belajar siswa.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu dengan analisis uji t independent dan penyajian data secara deskriptif analisis. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dan kelas X IPA 2 sebagai kelas eksperimen. Setiap kelas ada 24 siswa baik untuk kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Instrumen pengumpulan datanya menggunakan tes hasil belajar, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis uji t independen. Sebelum dilakukan analisis, terlebih dahulu digunakan uji validitas dan realibilitas soal, uji validitas menggunakan teknik korelasi Product Moment dan realibilitas menggunakan Cronbach Alpha.    

Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara penggunaan model inkuiri terbimbing menggunakan mind map dengan model pembelajaran inkuiri tanpa mind map terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari nilai rata-rata hasil belajar yaitu 73,5  untuk kelas eksperimen dan 72 untuk kelas kontrol. Selisih nilai antara kedua kelompok adalah 1,5 dan setelah dilakukan analisis uji t, selisih perbedaan tersebut tidaklah bermakna atau tidak signifikan. Pada hasil uji analisis didapatkan hasil  sebesar 1,161, hasil ini lebih kecil dari pada  yaitu 1,67866. Dilihat dari hasil sigfikansi menunjukkan angka sebesar 0,252, hasil ini lebih besar dari signifikansi 0,05 yang berarti  ditolak dan  diterima. Sehingga kesimpulannya tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa antara siswa yang belajar dengan model inkuiri terbimbing menggunakan mind map dan siswa yang belajar dengan model inkuiri terbimbing tanpa menggunakan mind map.

Berikut saran dari peneliti kepada pihak sekolah dan guru Biologi yaitu pada mata pelajaran Biologi, hendaknya waktu lebih ditambahkan lagi. Hendaknya dalam mengajar tidak hanya menggunakan modul sebagai sumber belajar satu-satunya, perlu penambahan model pembelajaran yang lebih membuat siswa aktif dan lebih bisa memahami materi salah satunya model pembelajaran inkuiri terbimbing.