DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Siswa (Studi di Sekolah Adiwiyata SMPN 5 Kepanjen Kabupaten Malang)

EDI SUHARTONO .

Abstrak


ABSTRAK

 

Suhartono, Edi. 2015 Implementasi Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Siswa (Studi di Sekolah Adiwiyata SMPN 5 Kepanjen Kabupaten Malang). Disertasi. S3 Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr I  Nyoman Sudana Degeng, M. Pd, (II) Prof. Dr. H. Punadji Setyosari, M. Pd, M. Ed, (III) Dr. H. Sulton, M. Pd

 

Kata Kunci : Pendekatan kontekstual, Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan,  sekolah adiwiyata SMPN 5 Kepanjen

 

Pendidikan Kewarganegaraan (civic education) di Indonesia ditempatkan sebagai salah satu bidang kajian yang mengemban misi nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui koridor "value-based education". PKn sebagai mata pelajaran wajib pada jenjang persekolahan memiliki visi sebagai sarana pembinaan watak bangsa (nation and character building) dan pemberdayaan warga negara serta  mengemban misi membentuk warga negara yang baik yang sanggup melaksanakan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam mengusung pembelajaran PKn yang berorientasi contextualized multiple inteligence tersebut, sistem belajar konvensional di sekolah makin diyakini sebagai sistem yang sudah tidak efektif lagi dan mengakibatkan pembelajaran PKn dirasakan kurang bermakna bagi siswa. Meskipun demikian kenyataan di Indonesia saat ini pembelajaran PKn masih didominasi oleh sistem konvensional, sehingga penerapan pembelajaran yang berorientasi pada konsep contextualized multiple inteligence masih jauh dari harapan. Hal ini terbukti dengan masih munculnya masalah pembelajaran yang  serius, di mana sebagian besar siswa tidak dapat menghubungkan apa yang telah mereka pelajari dan aplikasi  dalam kehidupannya saat ini dan di kemudian hari.  Hal ini terjadi karena pembelajaran PKn kurang mengaitkan materi dengan realita kehidupan siswa, tidak kontekstual, Untuk memecahkan masalah kekurangbermaknaan pembelajaran PKn, perlu digunakan pendekatan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) sebagai salah satu alternatif yang efektif. Penerapan pembelajaran  kontekstual  merupakan kebutuhan yang  mendesak dalam  memecahkan  permasalahan PKn.

Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan dan menganalisis tentang pendekatan kontekstual dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah Adiwiyata SMP Negeri 5 Kepanjen Kabupaten Malang. yang mencakup tujuh komponen utama: (a). konstruktifisme  (constructivism), (b) inkuiri (inquiry), (c) bertanya (questioning), (d) masyarakat belajar (learning community), (e) pemodelan (modelling), (f), refleksi (reflection), dan (g) penilaian autentik (authentic assessment).

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berlokasi di  SMPN 5 Kepanjen Kabupaten Malang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan  dengan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7, 8 dan 9, guru PKn,  Kepala Sekolah, pengawas SMP, koordianator pengawas, ketua MKKS SMP, masyarakat serta sumber pendukung lainnya. Tehnik analisis data menggunakan metode model Miles and Huberman dan selanjutnya data divalidasi dengan cara triangulasi, member check, audit trail, peer debriefing, serta expert opinion.

Berdasarkan  penelitian di lapangan diperoleh hasil sebagai berikut: (1). Pembelajarann PKn  di SMPN 5 Kepanjen  telah menerapkan pendekatan kontekstual dengan  melibatkan tujuh  komponen utama, yaitu  komponen  konstruktifisme (constructivism), menemukan (inkuiry),   bertanya (questioning),  masyarakat belajar (learning Community), pemodelan (modelling), refleksi (reflection)  dan penilaian autentik (authentic assessment) . (2) Pembelajaran kontekstual dalam PKn  sebagai salah satu pendidikan karakter, mengaitkan materi pelajaran dengan  nilai-nilai karakter yang menjadi nilai utama dalam PKn dan menerapkannya dalam kehidupan dikelas, sekolah dan masyarakat yaitu nilai kejujuran, toleransi (menghargai keragaman), demokratis, semangat kebangsaaan (nasionalisme), cinta tanah  air (patriotisme), peduli sosial (sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain), dan tanggung  jawab (patuh pada aturan sosial).

Dari hasil penelitian ini disarankan kepada: (a) para guru,  kepala sekolah/pengawas agar dapat menerapkan pendekatan  kontekstual dalam pembelajaran PKn dengan menampilkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual yakni kontruktifisme, bertanya, inkuiri, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian autentik. Selanjutnya  guru PKn disarankan menjadikan   menjadikan pendekatan kontekstual sebagai ciri khas pembelajaran PKn  yang contextualized multiple intelegence dan dapat  mengintegrasikan materi PKn dengan nilai-nilai karakter yang  menjadi nilai utama dalam PKn (b). Untuk peneliti lanjutan  sebaiknya diadakan penelitian lebih lanjut yang melibatkan beberapa sekolahan serta bidang studi yang lain  dan  disarankan   agar mengadakan uji empirik pembelajaran kontekstual dengan membandingkan model-model atau metode/tehnik pembelajaran lainnya. Akhirnya juga disarankan agar melakukan penelitian tentang penggunaan pendekatan kontekstual dengan mengintegrasikan materi bidang studi lain dengan  nilai-nilai karakter yang  menjadi nilai utama bidang studi tersebut dalam kehidupan nyata baik di kelas sekolah dan masyarakat.