DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Mnemonik untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Cerpen pada Siswa Kelas VII

ARIF IRFAN FAUZI

Abstrak


ABSTRAK

 

Fauzi, Arif Irfan. 2015. Pengembangan Model Mnemonik untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Cerpen pada Siswa Kelas VII. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. H. Nurhadi, M.Pd., (II) Dr. Martutik, M.Pd.

 

 Kata Kunci : Model Mnemonik, menulis, teks cerpen

 

Pembelajaran kompetensi menulis cerpen pada siswa kelas VII belum menunjukkan hasil yang maksimal. Berdasarkan observasi lapangan diperoleh data bahwa (1) guru belum menguasai pembelajaran teks cerpen berbasis Kurikulum 2013, (2) kegiatan yang terdapat di perangkat pebelajaran tidak sesuai dengan kompetensi yang diajarkan, dan (3) sebanyak 51,85% siswa tidak dapat menuntaskan kompetensi menulis cerpen.

Penelitian ini mengembangkan Model Mnemonik untuk meningkatkan kemampuan menulis teks cerpen pada siswa kelas VII. Pendekatan yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Hal tersebut didasarkan atas tujuan utama dari penelitian yaitu untuk menghasilkan sebuah produk berupa model pembelajaran Mnemonik yang dapat dipertanggungjawabkan kevalidan, kepraktisan, kemenarikan, dan keefektifannya.

Prosedur penelitian yang digunakan adalah adaptasi dari model pengembangan (research and development) Borg dan Gall (1983:775) serta tahapan penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Sugiono (2012:409). Terdapat enam tahap penelitian yang telah dilakukan. Adapun keenam tahap tersbeut adalah sebagai berikut. (1) Studi pendahuluan dengan melakukan pengamatan dan pengumpulan informasi di SMP Negeri Satu Atap Lesanpuro 2 Malang, (2) perencanaan kegiatan penelitian dengan menyusun proposal, menyeminarkan, dan memperbaiki proposal berdasarkan hasil seminar, (3) pengembangan desain produk dengan cara mengembangkan perangkat pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, LKK, dan LKS kemudian melaksanakan uji validasi kepada ahli model pembelajaran dan ahli bahasa lalu revisi desain model pembelajaran, (4) melakukan uji coba lapangan terbatas  kemudian melakukan revisi produk awal, (5) melakukan uji lapangan lalu melakukan revisi produk, dan (6) desiminasi produk.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut. Hasil validasi produk oleh ahli model pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 83,59% adapun oleh ahli bahasa diperoleh rata-rata sebesar 64,1%. Peneliti melakukan revisi produk berdasarkan saran dari ahli dan selanjutnya melakukan uji lapangan terbatas. Data hasil uji lapangan terbatas menunjukkan bahwa kepraktisan dan kemenarikan produk sebesar 78,4%. Berdasarkan hasil uji coba lapangan terbatas dan saran dari siswa serta praktisi, peneliti melakukan revisi produk dan selanjutnya dilakukan uji lapangan. Data hasil uji lapangan menunjukkan bahwa kepraktisan dan kemenarikan produk sebesar 81,9% dan validasi oleh praktisi sebesar 85%.

Pengembangan model pembelajaran ini mengacu pada aspek model pembelajaran yang dikemukakan oleh Joice dan Weil (2003:84─85) dan Komalasari (2013:57). Adapun wujud model pembelajaran ini terdiri atas (1) perangkat pembelajaran yang di dalamnya terdapat sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran, (2) bahan ajar menulis cerita pendek dengan teknik Mnemonik yang berisi tentang kajian cerita pendek dan unsur-unsur intrinsik, metode Mnemonik, dan kegiatan menulis cerita pendek dari pramenulis, menulis, sampai dengan pascamenulis, dan (3) media pembelajaran yang berbentuk cetak dan file.

Keunggulan produk ini adalah dapat digunakan di sekolah yang menggunakan KTSP maupun Kurikulum 2013 Selain itu, siswa tidak hanya belajar menulis cerpen, tetapi siswa diajari kegiatan pendukung menulis secara komprehensif. Produk ini juga dilengkapi dengan LKK, LKS, dan media pembelajaran. Dengan adanya hal tersebut, diharapkan dapat memaksimalkan kegiatan pembelajaran menulis cerpen.

Produk ini memiliki tiga kelemahan. Kelemahan pertama, siswa belum dapat menentukan bukti pendukung dalam kegiatan apresiasi cerpen. Kedua, kegiatan pembelajaran membutuhkan seperangkat LCD proyektor, laptop, dan speaker. Ketiga, target pembelajaran tiap pertemuan harus tercapai, kalau tidak dapat berakibat pada pencapaian target di pertemuan berikutnya.

Desiminasi produk dilakukan dengan tiga cara. Pertama, membagikan produk kepada anggota MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Malang. Kedua, mengunggah produk ke dalam laman MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Malang. Ketiga, menawarkan produk melalui jejaring sosial (Facebook, Instagram, dan Twitter).