DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilaku Bertanya Guru dan Siswa dan Tanggapan Guru di Kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing.

widia rizah hidayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidayanti, Widia Rizah. 2015. Perilaku Bertanya Guru dan Siswa dan Tanggapan Guru di Kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mirjam Anugerahwati M.A., (II) Dr. Arwijati Wahjudi Murdibjono, Dip. TESL, M.Pd.

 

Kata kunci: pertanyaan guru, siswa pertanyaan, tanggapan, EFL kelas

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi informasi mengenai instruksi guru yang berfokus pada perilaku bertanya guru dan siswa, dan tanggapan yang digunakan oleh guru di kelas EFL, khususnya di SMA. Secara spesifik, penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti 1) jenis-jenis pertanyaan yang diajukan oleh guru di kelas EFL, 2) jenis-jenis pertanyaan yang diajukan oleh siswa di kelas EFL, dan 3) tanggapan yang digunakan oleh guru di kelas EFL.

Untuk menjawab masalah-masalah penelitian tersebut, sebuah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif telah dilakukan. Subyek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa-siswa kelas XI di tujuh kelas Bahasa Inggris di SMAN 1 Sumenep. Data penelitian ini berupa pertanyaan- pertanyaan lisan yang diajukan oleh guru dan siswa dan tanggapan guru yang diperoleh melalui observasi kelas tanpa campur tangan peneliti. Selain itu, data pendukung seperti pendapat dan pemahaman subyek dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pertanyaan yang diajukan oleh guru di empat belas sesi observasi kelas adalah 366 pertanyaan. Mayoritas pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan referensial atau divergen. Terdapat sekitar 268 pertanyaan atau 73% dari total jumlah pertanyaan yang diajukan di semua kelas. Banyakna jenis pertanyaan referensial tertutup dan pertanyaan referensial terbuka adalah 41% dan 32%. Sebaliknya, guru jarang menanyakan pertanyaan display atau konvergen. Hanya terdapat sekitar 98 pertanyaan atau

27% dari total pertanyaan yang diajukan oleh guru. Jenis pertanyaan yang ditanyakan adalah dalam bentuk pertanyaan display tertutup dan terbuka dengan total jumlah 20% dan 7%. Selanjutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pertanyaan referensial terbukti dapat menciptakan interaksi kelas yang lebih baik dan menaikkan tingkat berpikir siswa dari pada penggunaan pertanyaan display.

Mengenai pertanyaan yang diajukan oleh siswa, siswa di bawah pengamatan bertanya sedikit pertanyaan di kelas. Terdapat hanya sekitar 45 pertanyaan atau sekitar 11% jika dibandingkan dengan pertanyaan guru yang mendominasi sebagian besar perilaku bertanya di dalam kelas, yaitu sekitar sebesar 89%. Pertanyaan yang diajukan oleh siswa kepada guru hanya sekitar 7% dari total jumlah pertanyaan siswa, 75% untuk salah seorang teman kelas mereka, dan 18% untuk seluruh teman di dalam kelas. Pertanyaan siswa dikelompokkan menjadi pertanyaan tertutup (tingkat rendah) dan pertanyaan terbuka (tingkat tinggi) dengan jumlah total 45% dan 55%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa lebih banyak mengajukan pertanyaan dengan jenis kognitif tingkat tinggi dari seluruh jumlah pertanyaan yang diajukan.

Mengenai tanggapan guru, penelitian ini mengungkapkan bahwa guru yang diteliti secara spontan menggunakan tanggapan atau umpan balik positif ketika siswa menjawab seperti yang diharapkan oleh guru, dan sebaliknya, memberikan umpan balik negatif untuk menanggapi jawaban siswa yang salah. Guru tersebut menggunakan sekitar 75% tanggapan positif sedangkan 25% untuk tanggapan negatif. Guru menerapkan beberapa strategi dalam memberikan tanggapan negatif, seperti: memberikan arahan, mengkritik respon siswa, melempar pertanyaan kepada siswa lain, dan memperbaiki jawaban siswa secara langsung tanpa penolakan. Sementara itu, ketika memberikan umpan balik positif, guru biasanya menggunakan strategi, seperti: mengelaborasi ide siswa, mengulang jawaban siswa, dan memberikan kata-kata dorongan atau pujian.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran diusulkan untuk guru EFL dan peneliti selanjutnya. Bagi para guru EFL, diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang jenis dan peran pertanyaan dalam komunikasi dan interaksi kelas yang akan merangsang tingkat keterampilan berpikir siswa menjadi lebih tinggi dan membimbing mereka untuk berdiskusi lebih lanjut dan pemahaman yang lebih dalam. Selain itu, penting bagi guru EFL agar mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dengan menyediakan strategi pengajaran dan kegiatan kelas yang sesuai. Selain itu,  guru EFL juga disarankan berusaha untuk memiliki pengetahuan tentang pemberian umpan balik yang sesuai dalam menanggapi jawaban siswa. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian yang menyelidiki hubungan antara perilaku bertanya guru dan siswa dan tanggapan guru terhadap output berbahasa dan prestasi siswa dalam bahasa inggris. Selain itu, akan lebih menarik bagi para peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan melibatkan lebih banyak guru dengan kemampuan siswa yang berbeda.