DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Lifeskills Counseling dalam Meningkatkan Self-Regulated Learning Siswa

Moh. Mahfudz Faqih

Abstrak


ABSTRAK

 

Faqih, Moh. Mahfudz. 2015. Keefektifan Lifeskills Counseling dalam Meningkatkan Self-regulated Learning Siswa. Disertasi. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. I Wayan Ardhana, M.A., (II) Dr. H. M. Ramli, M.A., (III) Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A.

 

Kata Kunci: Lifeskills Counseling, Self-regulated Learning, Siswa.

 

Self-regulated learning merupakantugasperkembanganpenting yang harusdikuasaioleh peserta didik, karenaiamerupakankuncimenujupertumbuhandanperkembangan yang adaptif. Sementara di sisi lain, pertumbuhanluarbiasadalambidangteknologidapat menjadi ancaman bagi siswa untukmenjadiself-regulated learnersdengankesadaranmetakognitif yang memadai.Kondisisepertiinipada akhirnya akanmengakibatkanterjadinya disfungsidalamkemampuanpengaturandiri siswa.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untukmengetahuikeefektifan pendekatanlifeskills counselling dalammeningkatkanketerampilanself-regulated learning siswaSekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), yang ditandai dengan peningkatan kemampuan siswa dalam menggunakan strategi metakognitf, strategi pengelolaan motivasi, strategi kognitif, dan strategi pengelolaan sumber daya.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan therandomized pretest-post-test with control  group. Subjek penelitian terdiri atas 54 siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang dipilih secara acak dengan kriteria memiliki prestasi belajar yang rendah dan tingkat intelegensi(IQ) 90 ke atas. Kemudian, ke 54 subjek tersebut ditempatkan ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen secara acak dan imbang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Pengaturan Diri dalam Belajar (SPDB). Untuk memastikan bahwa instrumen tersebut memiliki validitas konstruk dan reliabilitas yang memenuhi syarat, maka dilakukan analisis faktor dan uji reliabilitas.Teknik analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis adalah teknik t-tes.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lifeskills counselling efektif meningkatkan self-regulated learning konseli. Hasil penelitian memperlihatkan adanya pengaruh positif lifeskills counselling terhadap empat sub skala Pengaturan Diri dalam Belajar, (1-Strategi Metakognitif, 2-Strategi pengelolaan motivasi, 3-Strategi Kognitif, dan 4-Strategi Pengelolaan Sumber Daya). Rata-rata skor self-regulated learning pada saat post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berbeda secara signifikan. Rata-rata  skor self-regulated learning dari kelompok eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata skor kelompok kontrol pada semua komponen self-regulated learning.

Berdasarkan temuan penelitian di atas dikemukakan saran sebagai berikut: (1)diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui keefektifan lifeskills counselingdalam mengembangkan self-regulated learning pada kelompok subjek yang berbeda, misalnya terhadap siswa-siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)atausiswa-siswa sekolah dasar (SD), (2) perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji keektifan lifeskills counseling dalam mengembangkan aspek-aspek pribadi, sosial maupun karir siswa, (3) pendekatan lifeskills counseling ini perlu dimasukkan ke dalam kurikulum jurusan Bimbingan dan Konseling dalam rangka memperkaya wawasan calon konselor sekolah tentang berbagai pendekatan konseling, dan (4) perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai efektifitas lifeskills counseling dalam meningkatkan self-regulated learning dengan desain yang lebih canggih, misalnya desain campuran (mixed methodes), dan kegiatan focus group discussion (FGD), yang memberi peluang kepada konseli untuk membahas apa yang diperoleh dan dialaminya setiap sesi konseling.