DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Meteorologi-Klimatologi Berdasarkan Brain Based Learning. Disertasi. Program Studi Pendidikan Geografi,

Dwiyono Hari Utomo

Abstrak


ABSTRAK

 

Utomo, Dwiyono Hari. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Meteorologi-Klimatologi   Berdasarkan Brain Based Learning. Disertasi. Program Studi Pendidikan   Geografi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr.  Sugeng  Utaya, M.Si., (II) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., (III) Prof. Dr.  Budijanto, M.Sos.

 

Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, meteorologi-klimatologi,brain based                      learning

 

Bahan ajar saat ini (existing) organisasi materinya belum mampu mengkonstruk kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Revisi dilakukan melalui penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan secara prosedural  berorientasi pada kebutuhan mahasiswa melalui penelitian pendahuluan untuk menentukan desain. Desain bahan ajar berdasarkan brain based learning model A-CAR (Activation, Confirmation, Activities, and Resume ). Belajar dimulai dari aktivasi otak untuk mengaktifkan neuron, kemudian siap untuk melakukan proses berpikir, seperti berpikir kritis, dan kreatif. Bahan ajar yang berupa buku teks memberi implikasi pada aktivasi otak berupa  bacaan atau gambar, sehingga mata sebagai sensorik utama.

Tujuan penelitian pengembangan  untuk menghasilkan produk bahan ajar Meteorologi-Klimatologi model A-CAR. Model A-CAR sebagai model organisasi materi bahan ajar didesain mengacu model ADDIE, Borg and Gall. Desain berupa prosedur tertulis berdasarkan alasan-alasan logis dan ilmiah yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Desain yang sudah tervalidasi (validasi isi dan bahasa) diimplementasikan dalam pembelajaran. Setiap topik didahului dengan pertanyaan sebagai aktivasi otak, demikian juga pada saat mempelajari topik tertentu di dalamnya juga mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis, dan kreatif. Pada akhir topik ada resume untuk memberi penguatan konsep. Implementasi dilakukan pada kelas H sebagai kelas eksperimen, kelas G sebagai kelas kontrol untuk mengetahui respon, kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Hasil validasi dan implementasi menunjukkan bahwa bahan ajar sudah sesuai. Revisi produk dilakukan berdasarkan masukan  hasil validasi dan implemnetasi. Hasil UTS kelas G dan H, 52,14